Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Bikin Ratusan Biopori, Gadis asal Gesi Sragen Ini Raih Kalpataru Yuvan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Ahmad Khairudin • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:51 WIB

 

Marsella Wahyu Mutia didampingi orang tuanya menunjukkan penghargaan Kalpataru Yuvan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Marsella Wahyu Mutia didampingi orang tuanya menunjukkan penghargaan Kalpataru Yuvan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kepedulian terhadap lingkungan hidup tak melulu didominasi generasi tua. Di tangan Marsella Wahyu Mutia, seorang gadis asal Dukuh Gesi, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Sragen, aksi penyelamatan bumi justru menjadi gerakan anak muda yang masif dan bertenaga.

​Lewat konsistensinya memulihkan lahan kritis di bumi Sukowati, perempuan yang akrab disapa Sella ini sukses diganjar penghargaan prestisius Kalpataru Yuvan dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH).

​Langkah nyata Sella bermula pada 2023 lalu. Bersama lima temannya, ia mendirikan Warsa Kelana (Wadah Aksi Remaja Sadar Kelestarian Alam Nusantara).

Baca Juga: Polres Sragen Kerahkan Personel Bhabinkamtibmas Eliminasi TB Paru

Siapa sangka, gerakan yang awalnya hanya dimotori enam orang tersebut kini berkembang pesat hingga memiliki 100 anggota aktif. Metodenya sederhana namun konsisten, dari mulut ke mulut atau gethok tular.

”Tujuan utama kami adalah memulihkan lahan hijau lewat penanaman pohon dan restorasi lingkungan. Wilayah Gesi ini kan tanahnya cenderung tandus dan masuk kategori lahan kritis,” ujar Sella saat berbincang di kediamannya, Kamis (16/7/2026).

​Untuk mengembalikan fungsi tanah di kawasan kritis seperti Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Warsa Kelana menginisiasi pembuatan ratusan lubang biopori.

Baca Juga: Nestapa SDN 4 Seloromo di Karanganyar: Tak Dapat Murid Baru, Kini Tersisa 14 Siswa

Lubang-lubang tersebut kemudian diisi sampah organik hingga bertransformasi menjadi kompos alami.

Tak berhenti di situ, kawasan kritis tersebut kemudian dihijaukan. Tercatat, sudah ada 300 pohon yang tertanam di lahan kritis Desa Poleng, serta aksi konservasi air di Desa Banyurip, Kecamatan Jenar.

”Setiap pergerakan, kami targetkan membuat 15 biopori, lalu gerakan berikutnya disusul dengan penanaman pohon di sampingnya. Dari 300 pohon yang ditanam, saat ini ada 100 pohon yang berhasil bertahan hidup dan tumbuh produktif,” beber putri pasangan pedagang kelontong Pasar Gesi, Muadi, 51, dan Siti Aprilawati, 47, ini.

​Inovasi Warsa Kelana tak mandek di biopori. Mereka juga memproduksi pupuk kompos mandiri yang dinamakan Pupuk Sapio (Sapi Bio Organik).

Baca Juga: DPRD Sragen Tuding Rekrutmen Pegawai BUMD Sarat Praktik Nepotisme

Memanfaatkan kotoran sapi yang difermentasi dengan cairan EM4, pupuk berkualitas ini digunakan khusus untuk internal gerakan dan tidak diperjualbelikan.

​Tentu saja jalan Sella tak selalu mulus. Mengubah pola pikir anak muda dan warga desa menjadi tantangan terberatnya.

Sella getol menggandeng kepala desa dan perangkat desa setempat untuk sosialisasi. Gayung bersambut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen pun ikut menyokong kebutuhan bibit pohon mereka.

Baca Juga: Duh, Patung Garuda di Pertapaan Pringgodani Tawangmangu Raib Dicuri

​Kini, buah kerja keras gadis yang bercita-cita menjadi Menteri Lingkungan Hidup ini mulai dipetik. Sella kebanjiran undangan menjadi pembicara isu lingkungan di berbagai SMP, SMA, dan SMK se-Sragen, hingga menjangkau wilayah Soloraya.

Mulai bulan Juli 2026 ini, ia bahkan mulai merambah sekolah dasar (SD) untuk menyukseskan program menuju Sekolah Adiwiyata.

​Ke depan, Sella punya mimpi besar untuk mengawinkan isu ekologi dengan ekonomi warga. Ia berencana mengembangkan budi daya tanaman produktif non-buah, salah satunya adalah tanaman garut.

Baca Juga: Pemkab Sragen Lantik 75 PNS Formasi 2024, Ini Rinciannya

"Nanti hasilnya bisa diolah menjadi emping garut atau pati garut, sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," ucapnya.

​Aksi nyata Sella ini mendapat apresiasi penuh dari Plt Camat Gesi, Dion Henry Wibowo. Ia mendukung penuh langkah Sella dan berharap sang pemudi kelak benar-benar bisa menduduki kursi Menteri LH dari jalur profesional.

”Kami berharap Sella terus membantu menyadarkan warga Gesi, khususnya di Desa Poleng, agar wilayah tersebut ke depan bisa terbebas dari krisis air bersih," pungkas Dion. (din/adi)

Editor : Adi Pras
Kalpataru GESI biopori sragen kementerian lingkungan hidup