RADARSOLO.COM – Aksi nekat maling menyasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Sragen. Gedung SD Negeri Mojorejo 1 di Dukuh Kembangan, Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, dibobol pencuri pada Jumat sore (17/7/2026).
Sebuah proyektor gres bernilai Rp 6 juta di ruang guru ludes digondol pelaku. Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) sekolah, aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIB.
Saat itu kondisi sekolah sudah lengang. Pintu ruang guru pun sebenarnya sudah dikunci setelah aktivitas belajar-mengajar usai. Kejadian tersebut baru membikin geger pihak sekolah pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: Layang-Layang Dinosaurus Bakal Hiasi Langit Kota Sragen, Catat Jadwalnya
Kabar pembobolan ini mendadak viral di media sosial setelah warga dan pihak sekolah mengunggah potongan rekaman CCTV. Mereka meminta bantuan netizen untuk mengenali sosok pelaku demi mempercepat proses penyelidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen menyayangkan insiden tersebut.
Sekretaris Disdikbud Sragen Sukisno mengaku prihatin lantaran aksi pencurian justru dilancarkan pada sore hari tepat setelah sekolah kosong.
”Kami tentu sangat prihatin. Ini jadi perhatian serius kami karena kejadiannya sore hari. Barang yang hilang satu unit proyektor/LCD baru bernilai sekitar Rp 6 juta yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran siswa,” ujar Sukisno.
Sukisno menyebut, berdasar informasi awal dari Korwil Pendidikan setempat, tidak terdeteksi adanya kerusakan fisik pada pintu maupun jendela sekolah.
Ia menduga ada celah kelalaian saat mengunci ruangan. Raibnya proyektor tersebut baru disadari penjaga sekolah yang malam itu tengah menyiram tanaman di area kampus sekolah.
Menyikapi insiden yang berulang di lingkungan pendidikan, Disdikbud Sragen mewanti-wanti seluruh pengelola sekolah agar makin memperketat pengawasan aset. Terlebih, mayoritas sekolah di Sragen sudah dipasangi kamera pengawas.
”Setiap momen liburan atau kesempatan lain, kami selalu mengimbau untuk waspada. Alat pengamanan seperti CCTV mayoritas sudah ada. Namun, faktor kehati-hatian—seperti memastikan pintu dan jendela benar-benar terkunci rapat—tetap harus ditingkatkan," tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Saat ini korps baju cokelat tengah melakukan penyelidikan intensif.
”Kejadiannya Jumat sore, tetapi baru dilaporkan ke kepolisian. Barang yang hilang satu unit proyektor di ruang guru. Tim kami sudah bergerak di lapangan untuk menganalisis rekaman CCTV, baik di area lokasi maupun di jalur-jalur yang diduga menjadi rute pelarian pelaku," kata AKP Joni.
Polisi juga sudah menginterogasi sejumlah guru sebagai saksi. Dari pemeriksaan awal, pihak sekolah mengaku tidak mengenali sosok pria yang terekam kamera pengawas dan memastikan pelaku bukan orang dalam. (din/adi)
Editor : Adi Pras