Bukan Jebakan Tikus, Petani di Sragen Meninggal Tersengat Listrik Pompa Air Sibel

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 15:15 WIB
 Polisi olah TKP petani yang meninggal akibat tersetrum tiang kabel sumur submersible (sibel) atau pompa air pengairan sawah di Sragen. (DOK.POLRES SRAGEN)
Polisi olah TKP petani yang meninggal akibat tersetrum tiang kabel sumur submersible (sibel) atau pompa air pengairan sawah di Sragen. (DOK.POLRES SRAGEN)

RADARSOLO.COM-Musibah tragis menimpa seorang petani perempuan lanjut usia (lansia) di Sragen.

Korban bernama Surami, 82, warga Dukuh Bandung Bangsren RT 015, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat beraktivitas di area persawahan, Sabtu (25/7/2026).

Berbeda dari kasus-kasus kecelakaan sengatan listrik di persawahan yang umumnya disebabkan oleh kawat jebakan tikus, peristiwa nahas kali ini dipicu kebocoran arus pada tiang kabel sumur submersible (sibel) atau pompa air pengairan sawah.

Baca Juga: Syarat Terlalu Ketat, Dinkes Sragen Keluhkan Bantuan Bedah Rumah RTLH Pasien TBC Sulit Cair

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Plupuh AKP Nur Arifin menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lahan pertanian milik Wagimin, warga Dukuh Gedangan RT 008, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh.

Berawal saat korban bersama 9 buruh tani lainnya tiba di lahan sawah sekitar pukul 05.30 WIB untuk menanam bibit padi (tandur) di lahan milik Wagimin.

Sekitar pukul 08.00, pemilik sawah mendatangi lokasi untuk mengantarkan sarapan pagi bagi para pekerja.

Setelah sarapan, Surami beristirahat di pematang sawah (galengan) dekat tiang saklar pompa air sibel berbahan pipa besi.

"Saat berdiri dan bersiap hendak kembali ke tengah sawah untuk melanjutkan menanam padi, tangan kiri korban secara tidak sengaja memegang tiang pipa besi saklar sibel sebagai tumpuan. Korban tersengat arus listrik bertegangan tinggi yang mengalir pada tiang besi," ujar Nur Arifin.

Surami langsung kejang dan roboh hingga kepalanya membentur box saklar besi yang menempel di tiang.

Baca Juga: Update Pemain Baru Persija Jakarta di Liga 1: Pemain dari Jepang, Korea, Bosnia, Serbia hingga Kroasia Merapat, Persib Bandung, Arema FC dan Borneo FC Wajib Waswas

Salah seorang saksi, Siti Tatmirotul Wahidah, 51, spontan berlari menuju saklar induk pada spedometer listrik untuk memutus aliran arus.

Sementara saksi lainnya, Wagiyem, 61 dan Satini, 61, meminta bantuan warga sekitar.

Tapi sayang, Surami diduga kuat telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepala Desa Gentanbanaran,  Polsek Plupuh bersama Tim Inafis Polres Sragen dan tim medis dari Puskesmas Plupuh 1 langsung mendatangi lokasi kejadian serta rumah duka.

Petugas menemukan luka bakar bekas sengatan listrik pada beberapa bagian tubuh Surami.

Di antaranya pada bagian lengan bawah kiri dan luka bakar pada bagian telapak tangan kiri.

Baca Juga: Leher Terjerat Kabel WiFi yang Menjuntai di Purwosari Wonogiri, Pemotor Terjatuh hingga Hidung Retak

Penyebab kebocoran arus listrik diduga kuat berasal dari sambungan kabel aliran listrik pompa submersible yang terkelupas akibat lapisan isolasinya yang sudah lapuk atau aus.

Kabel yang terkelupas tersebut menempel langsung pada tiang saklar pipa besi, sehingga mengelektrifikasi seluruh struktur tiang besi penopang saklar.

Keluarga Sraumi menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemilik lahan dan petani di Sragen rutin mengecek instalasi listrik pada sumur submersible mencegah kejadian serupa. (din)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
petani meninggal dunia sibel pompa air sragen tersetrum