Cek Kesehatan Hadir, Polusi PG Mojo Sragen Belum Tuntas

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:04 WIB

 

Sejumlah warga Kampung Cantel Wetan, Kelurahan Sragen Tengah menjalani pemeriksaan kesehatan karena terdampak polusi Pabrik Gula Mojo, Jumat (31/7/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Sejumlah warga Kampung Cantel Wetan, Kelurahan Sragen Tengah menjalani pemeriksaan kesehatan karena terdampak polusi Pabrik Gula Mojo, Jumat (31/7/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Perjuangan warga Kelurahan Sragen Tengah untuk menghirup udara bersih masih panjang.

Meski fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis telah disediakan, kepulan debu sisa pembakaran tebu atau langes dari Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen, diduga masih mengepung permukiman mereka.

Sri Kodariah, warga RW 12 Cantel Wetan, Sragen Tengah yang tinggal sekitar 1 kilometer (km) dari PG Mojo mengaku, gangguan debu sempat mereda setelah perwakilan warga menggelar audiensi dengan DPRD. Namun, kondisi itu tak bertahan lama.

Baca Juga: Sampah Berceran dan Alokasi Anggaran Minim, Wajah Kumuh Sungai Sragen Dicerca Legislator Demokrat

“Habis dari DPRD itu, (debunya) sempat berkurang dua hari. Tapi sekarang full lagi. Tadi pagi (kemarin) nyapu abu langes-nya luar biasa banyak,” ujar Sri saat ditemui di lokasi pemeriksaan kesehatan, Jumat (31/7/2026).

Dampak tingginya polusi debu ini merembet serius ke kesehatan masyarakat. Tidak hanya lansia, anak-anak di lingkungan setempat dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Mulai dari batuk terus-menerus, hingga mata perih.

“Satu keluarga saya kena semua. Batuknya hilang timbul, karena tanpa sadar menghirup udara. Pas jalan keluar langsung bersin-bersin. Bahkan kalau membersihkan hidung, kotorannya berwarna hitam,” imbuhnya.

Baca Juga: Sidak Dapur SPPG, Wabup Karanganyar Warning Kualitas MBG Diperhatikan

Terkait layanan pemeriksaan kesehatan gratis, juga berasal dari desakan warga. Sebelum menembus gedung wakil rakyat, warga sempat mengirimkan surat aduan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen, camat, lurah, termausk Bupati Sragen Sigit Pamungkas sejak awal Juli lalu.

Karena tak kunjung mendapat respons hingga dua pekan, warga akhirnya mengadu ke DPRD Sragen. Hingga akhirnya kini difasilitasi posko kesehatan.

Namun, warga menilai hadirnya posko kesehatan belum menyelesaikan akar masalah. Sebab asap dan debu PG Mojo belum ditangani secara permanen.

Baca Juga: Mencuat, Aroma Money Politic dalam Pemilihan BPD di Sragen

“Selama proses giling di PG Mojo masih berjalan, debunya masih dirasakan warga. Kami mendesak agar posko kesehatan dan pengobatan gratis terus disediakan secara berkala,” bebernya. (din/fer)

Editor : Adi Pras
polusi udara PG Mojo pabrik gula sragen DPRD Sragen