Evakuasi Pasien Obesitas 300 Kg di Sragen Libatkan 15 Personel

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:35 WIB

 

Evakuasi pasien obesitas seberat 300 kg di Kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Senin (3/8/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Evakuasi pasien obesitas seberat 300 kg di Kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Senin (3/8/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebuah aksi kemanusiaan yang menguras tenaga dan emosi terjadi di Kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Senin (3/8/2026).

Tim gabungan dari berbagai unsur kedaruratan harus berjuang ekstra keras selama hampir satu jam untuk mengevakuasi seorang pasien wanita berbobot sekitar 300 kilogram yang mengalami kegawatdaruratan medis.

Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, pihak keluarga pasien menghubungi Call Center PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen via WhatsApp.

Baca Juga: Pemilihan BPD di Sragen Memanas: Tuding Kecurangan, Desak Pemungutan Ulang

Ia melaporkan bahwa kerabatnya Isnani, 39, mengalami keluhan sesak napas berat, kondisi tubuh lemas, serta reaksi alergi gatal.

Kondisi kesehatan tersebut diperparah oleh masalah obesitas ekstrem yang membuat pasien tidak mampu berjalan sama sekali.

Mengingat kondisi fisik pasien yang luar biasa berat dan keterbatasan personel awal, PSC 119 Sukowati langsung sigap membunyikan alaram koordinasi.

Baca Juga: Kerugian Kebakaran Tawangmangu Capai Rp 130 Juta, Bupati Karanganyar Salurkan Bantuan

Tak butuh waktu lama, tim gabungan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang terdiri dari Damkar, BPBD, PMI, hingga relawan Pramuli dan Himalawu langsung menerjunkan armada ke lokasi kejadian.

Kondisi di lapangan menuntut kerja sama tim yang solid dan perhitungan yang matang. Sesampainya di lokasi, petugas medis pertama-tama melakukan assessment.

Kemudian langsung memberikan pertolongan darurat berupa terapi oksigen untuk meredakan sesak napas Isnani yang masih dalam kondisi sadar.

Baca Juga: MBG Kembali Berjalan, Harga Telur Ayam Peternak Lokal di Sragen Masih Anjlok

Namun, tantangan terbesar terletak pada proses pemindahan pasien dari dalam rumah menuju armada ambulans.

”Bobotnya diperkirakan mencapai 300 kg. Proses evakuasi dilakukan secara bergotong-royong dengan diangkat langsung oleh sekitar 15 orang personel gabungan,” ungkap Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen dr. Nengah Adnyana Oka Manusia.

Kolaborasi aksi evakuasi tersebut melibatkan PSC 119 Sukowati tiga personel, Pemadam Kebakaran (Damkar) lima personel, BPBD Sragen dua personel, PMI Sragen tiga personel dan Relawan (Pramuli & Himalawu) dua personel. Serta dibantu oleh pihak keluarga dan warga sekitar lokasi.

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Gunung Lawu, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Embung Hutan

Dengan kehati-hatian tinggi agar tidak memperburuk kondisi fisik pasien, proses pengangkatan dan penanganan membutuhkan waktu sekitar 60 menit hingga pasien berhasil disanggah dan masuk ke dalam armada.

Setelah melewati proses evakuasi yang menegangkan, Isnani akhirnya berhasil dirujuk menggunakan Ambulans Rescue Medic Alfa 01 PMI Sragen menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen guna mendapatkan penanganan medis yang intensif dan komprehensif. (din/adi)

Editor : Adi Pras
RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen PMI Sragen psc 119 sragen obesitas