Evakuasi Sempat Dramatis, Pasien Obesitas 300 Kg di Sragen Hembuskan Napas Terakhir

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Persiapan pemakaman warga Kampung Mageru, Sragen Tengah, yang berjuang dengan kondisi obesitas ekstrem berbobot nyaris 300 kilogram, Selasa (4/8/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Persiapan pemakaman warga Kampung Mageru, Sragen Tengah, yang berjuang dengan kondisi obesitas ekstrem berbobot nyaris 300 kilogram, Selasa (4/8/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Berakhir sudah perjuangan Isnani. Warga Kampung Mageru, Sragen Tengah, yang berjuang dengan kondisi obesitas ekstrem berbobot nyaris 300 kilogram itu akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (4/8/2026).

Kepergian perempuan 39 tahun ini menyisakan kisah pilu. Sehari sebelum meninggal, Isnani sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen karena mengalami sesak napas hebat.

Baca Juga: Sambut HUT RI, Pemkab Karanganyar Cat Ulang Wajah Kota

Proses evakuasi dari rumah menuju rumah sakit kala itu tak pelak berlangsung dramatis. Tak tanggung-tanggung, butuh 15 petugas dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Kabupaten Sragen yang harus turun tangan untuk menandu tubuhnya.

Evakuasi tersebut memakan waktu hingga satu jam lamanya. Kondisi Isnani yang sama sekali tak mampu berjalan, ditambah akses lorong dari kamar menuju pintu luar yang cukup sempit, membuat tim harus memutar otak dan menguras tenaga ekstra.

Baca Juga: 58 Posisi Kepsek di Sragen Terisi, Satu Disanksi Buntut Tewasnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang

Fisik Isnani memang terus merosot. Selain dihantam sesak napas parah selama tiga hari terakhir, almarhumah juga dilaporkan kehilangan nafsu makan dan tak mau menyentuh makanan sejak sepekan lalu.

Suasana haru biru langsung menyelimuti rumah duka begitu ambulans yang membawa jenazah Isnani tiba.

Isak tangis keluarga tak terbendung. Jenazah bahkan tidak sempat diturunkan ke dalam rumah duka.

Baca Juga: Mobil Pajero dengan Plat Nomor Tak Senonoh Ditindak Akhirnya Polres Sragen

Setelah prosesi doa singkat di halaman, ambulans langsung melaju membawa jenazah menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang.

Adik ipar almarhumah, Supriyanto, 36, menuturkan bahwa kondisi fisik memaksanya hidup dalam keterbatasan. Sehari-hari, aktivitas Isnani hanya dihabiskan di atas ranjang.

"Cuma di kamar saja, makan sehari-harinya juga di situ karena memang tidak bisa berjalan. Kata dokter sebenarnya tidak ada penyakit penyerta, cuma mungkin karena obesitasnya itu jadi susah bernapas," ungkap Supriyanto lirih.

Baca Juga: 10.088 Jiwa di Wonogiri Terdampak Kemarau, Mata Air dan Sumur Mengering

Kepergian Isnani meninggalkan duka mendalam bagi sang suami, Enggar, yang selama ini dengan sabar merawatnya di rumah meski keduanya belum dikaruniai buah hati. Kini, Isnani telah terbebas dari rasa sakit dan beristirahat dengan tenang. (din/adi) 

Editor : Adi Pras
RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sragen tpu karangmalang obesitas