Disidak Bupati Sragen, Sengketa Air Desa Jono-Gawan Rampung

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:08 WIB

 

Saluran irigasi Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen yang sempat jadi polemik dengan petani Desa Gawan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Saluran irigasi Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen yang sempat jadi polemik dengan petani Desa Gawan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Akhir dari polemik panjang sengketa air di perbatasan Desa Jono dan Gawan, Kecamatan Tanon akhirnya menemui titik terang.

Pasca-inspeksi mendadak oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas pada Rabu (5/8/2026) lalu, para petani secara sukarela membongkar tanaman jagung dan padi yang selama ini menghuni lahan saluran irigasi.

Tanaman yang sejatinya belum saatnya panen itu pun terpaksa dipanen lebih awal dan dijadikan pakan ternak.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen petani terhadap instruksi bupati terkait pemulihan fungsi saluran pembuangan air yang sebelumnya sempat beralih fungsi menjadi lahan tanam pribadi.

Baca Juga: Awarding Night Karanganyar Mencari Bakat Sedot 675 Peserta

Bupati Sigit Pamungkas menegaskan, pengerjaan fisik saluran irigasi di wilayah tersebut kini telah rampung.

Pihaknya berupaya keras mengembalikan sirkulasi air agar tidak lagi memicu banjir tahunan yang merugikan petani.

”Kami telah menyelesaikan pembangunan saluran air. Dengan selesainya irigasi ini, harapannya tidak ada lagi sirkulasi yang terhambat. Saya minta masyarakat tidak lagi memanfaatkan area saluran untuk kepentingan pribadi agar fungsi drainase tetap optimal,” tegas Sigit.

Baca Juga: Buntut Penyegelan BMT Alfa Dinar, Pemkab Karanganyar Perketat Pengawasan Koperasi

Tak tanggung-tanggung, bupati menginstruksikan camat, lurah, hingga kepala desa untuk terus memantau dan menjaga ketertiban di area tersebut agar tidak kembali dikuasai oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sukardi, perwakilan petani Desa Jono mengakui, kesadaran warga tumbuh. Hingga Sabtu (8/8), tampak kesibukan di sepanjang jalur irigasi sepanjang kurang lebih 3 kilometer, Petani bahu-membahu mencabut dan menebang tanaman mereka.

”Kemarin Pak Bupati meninjau langsung, beliau memberi perintah untuk membersihkan. Kami sadar, ini demi kebaikan bersama agar banjir tidak terulang lagi. Tanaman yang kami cabut ini ya akhirnya kami jadikan pakan ternak,” ujar Sukardi.

Baca Juga: Cari Ikan, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Kedungombo Sragen

Menurut Sukardi, para petani kini menaruh harapan besar pada rencana jangka panjang Pemkab Sragen.

Pasalnya, selain normalisasi saluran, bupati menjanjikan pembangunan akses jalan cor blok yang menghubungkan Desa Gawan hingga Brumbung pada 2027 mendatang.

Langkah ini dipandang sebagai prasyarat bagi mulusnya proyek infrastruktur tersebut. Dengan saluran yang kembali terbuka dan bersih, pemkab kini memiliki ruang untuk merealisasikan pembangunan akses jalan yang selama ini dinanti warga.

Baca Juga: Pertamina Sebut Penggerebekan Gudang Solar di Gondang Sragen Murni Perilaku Oknum

Pemulihan fungsi saluran ini menjadi babak baru bagi warga Jono dan Gawan. Jika sebelumnya hubungan antar-desa sempat tegang akibat rebutan air, kini mereka diharapkan bisa bergotong-royong menjaga aset publik demi terbebas dari ancaman banjir yang selama ini menghantui ekonomi keluarga petani. (din/adi)

Editor : Adi Pras
Bupati Sragen Sigit Pamungkas polemik sragen pertanian tanon