RADARSOLO.COM – Sebuah potongan video yang memperlihatkan kericuhan pada acara hajatan di Kabupaten Sragen viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @iks_infokarisidenansolo.
Suasana pesta yang semula penuh hiburan mendadak berubah tegang akibat keributan yang terjadi di sekitar panggung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian tersebut berlangsung di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, pada Minggu (9/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Baca Juga: Disidak Bupati Sragen, Sengketa Air Desa Jono-Gawan Rampung
Dalam video yang beredar, tampak suasana memanas ketika beberapa penonton terlibat keributan. MC acara sempat dikejar-kejar massa, dan sebuah kursi plastik warna hijau terlihat dilempar ke arah pemain drummer.
Sejumlah warga dan tamu di lokasi langsung berusaha meredam situasi agar kericuhan tidak semakin meluas. Video ini pun mendulang beragam tanggapan dari warganet.
Menanggapi insiden tersebut, Kapolsek Ngrampal Iptu Tri Ediyanto membenarkan adanya riak keributan dalam acara hajatan tersebut.
Baca Juga: Awarding Night Karanganyar Mencari Bakat Sedot 675 Peserta
Namun, pihak kepolisian membantah narasi yang menyebutkan telah terjadi pengeroyokan terhadap MC hingga pingsan.
”Terkait dengan munculnya video yang temanya MC dikeroyok sampai pingsan, bahwasanya kami dari Polsek Ngrampal langsung melakukan langkah-langkah klarifikasi kepada pihak terkait,” ujar Tri Ediyanto, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan petugas Bhabinkamtibmas di lapangan, korban maupun MC dalam kondisi sehat dan tidak mengalami penganiayaan sebagaimana narasi yang beredar.
Baca Juga: Cari Ikan, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Kedungombo Sragen
”MC dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Dirinya tidak merasa dikeroyok. Cuma diamankan dari suasana desak-desakan (oyok-oyokan) oleh Bhabinkamtibmas setempat. Jadi tidak ada pengeroyokan dan tidak ada yang pingsan,” tegasnya.
Terkait insiden pelemparan kursi plastik ke arah panggung, kapolsek menyebutkan pelaku pelemparan telah dimediasi dan menyadari kesalahannya. Keributan tersebut dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras).
”Kami sudah klarifikasi kepada pelempar kursi. Mereka menyadari kesalahannya dan meminta maaf karena khilaf di bawah pengaruh miras,” bebernya.
Baca Juga: Buntut Penyegelan BMT Alfa Dinar, Pemkab Karanganyar Perketat Pengawasan Koperasi
”Dari pihak MC pun tidak merasa keberatan dan sampai sekarang tidak ada aduan resmi. Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan situasi aman terkendali,” tambahnya.
Atas kejadian ini, Polsek Ngrampal mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Ngrampal untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan (Harkamtibmas), khususnya saat menggelar acara keramaian atau hajatan.
”Kami imbau kepada seluruh warga masyarakat, mari sama-sama menjaga keamanan agar wilayah tetap kondusif. Ketika ada hajatan, mohon kesadaran dari semua pihak untuk menjaga diri dan tidak melakukan hal serupa agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tandas kapolsek. (din/adi)
Editor : Adi Pras