Peringatan Hari Pramuka, Kwarcab Sragen Dorong Ketahanan Pangan

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:04 WIB
Upacara memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Sragen di Alun-alun Sasana Langen Putra, Sragen, pada Jumat (14/8/2026) pagi. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Upacara memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Sragen di Alun-alun Sasana Langen Putra, Sragen, pada Jumat (14/8/2026) pagi. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM — Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Alun-alun Sasana Langen Putra, Sragen, pada Jumat (14/8/2026) pagi.

Ratusan anggota Pramuka bersama para pembina berkumpul mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Sragen.

Momentum peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Tetapi juga menegaskan komitmen kepramukaan dalam aksi nyata peduli lingkungan dan kemanusiaan.

Baca Juga: Lelang Barang Bukti dan Barang Rampasan, Kejari Karanganyar Setor Rp 374 Juta ke Kas Negara

Salah satu fokus utama yang ditekankan dalam peringatan tahun ini adalah keterlibatan aktif Gerakan Pramuka dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung program ketahanan pangan daerah seperti yang disampaikan Bupati saat kegiatan tersebut.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sragen, Suwardi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis melalui program Pramuka Peduli.

Menurut Suwardi, Kwarcab Sragen secara bertahap membagikan bibit-bibit tanaman, khususnya bibit buah-buahan, kepada anggota dan masyarakat.

Baca Juga: Angka Kecelakaan di Sragen Melonjak, Rata-rata Satu Orang Tewas Setiap Dua Hari

Pembagian bibit ini dirancang untuk memberikan dampak ganda, selain berfungsi sebagai penghijauan lingkungan, hasil buahnya kelak dapat memberikan manfaat ekonomi dan penunjang kebutuhan pangan masyarakat dalam jangka panjang.

"Kami memang menyediakan bibit-bibit untuk Pramuka Peduli ke depannya. Selain untuk penghijauan, hasilnya juga ada untuk penunjang pangan masyarakat. Khusus untuk sektor pertanian seperti padi dan tanaman pangan lainnya, kami akan berkoordinasi langsung dengan petugas yang ada di Dinas Pertanian," ujar Suwardi saat diwawancarai seusai upacara.

Tak hanya berfokus pada ekologi, Pramuka Sragen juga menggalakkan aksi sosial berbasis kerakyatan melalui pengumpulan dana gotong royong yang dinamakan Bumbung Kemanusiaan.

Baca Juga: 105 Guru TK di Karanganyar Dialihkan Jadi Guru SD

Pengelolaan dana ini dilakukan secara kolaboratif oleh Kwartir Ranting (Kwaran) di masing-masing kecamatan bersama unit Pramuka Peduli.

Dana yang terkumpul dari program Jimbitan diprioritaskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk penyaluran bantuan sembako serta penanganan dampak bencana kekeringan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sragen melalui pengiriman bantuan air bersih.

Mengenai besaran dana yang telah terkumpul, Suwardi menjelaskan bahwa proses rekapitulasi masih berjalan karena pengelolaan berada langsung di tingkat Kwaran yang saat ini juga sedang menyelenggarakan berbagai kegiatan kemah.

Baca Juga: Residivis asal Balikpapan Dibekuk Polres Sragen, Tipu Korban Lewat COD Fiktif

"Pengelolaannya di masing-masing Kwaran bersama Pramuka Peduli. Nanti setelah rangkaian kegiatan selesai, bantuan disalurkan dan laporan administrasi akan disampaikan ke Kwarcab," pungkas Suwardi.

Melalui berbagai terobosan ini, Gerakan Pramuka Kabupaten Sragen membuktikan eksistensinya tidak hanya dalam pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata di tengah tantangan lingkungan dan sosial masyarakat. (din/adi) 

Editor : Adi Pras
sragen Alun-Alun Sasana Langen Putra ketahanan pangan pramuka hari pramuka