RADARSOLO.COM – Proyek pemeliharaan perlintasan sebidang jalur kereta api di Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, dikeluhkan warga. Pengerjaan yang berlangsung lebih dari sepekan dinilai belum menunjukkan tanda-tanda rampung.
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra waspada. Permukaan jalan di sekitar rel masih berupa batu dan kerikil lepas lantaran belum mendapat pengerasan.
Bagi pengendara sepeda motor, kondisi itu bukan sekadar mengganggu kenyamanan. Batu yang tidak rata berpotensi membuat kendaraan kehilangan keseimbangan, terutama saat melintas di atas rel.
Baca Juga: Menembus Kabut dan Jalan Terjal Cianjur Selatan, Mantri BRI Jaga Asa Pelaku Usaha Gula Aren
"Jika tidak hati-hati, pijakan batu di rel bisa membahayakan dan tentu tidak nyaman untuk berkendara," ujar Tono, warga yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.
Persoalan menjadi lebih serius karena perlintasan Gambiran merupakan jalur yang cukup padat. Selain warga, lokasi tersebut setiap hari dilewati anak sekolah dan buruh pabrik.
Baca Juga: BPNT Tahap 3 2026 Kapan Cair? Kemensos Ungkap Progres Penyaluran, Cek di cekbansos.kemensos.go.id
Warga khawatir kondisi perlintasan yang belum normal justru memicu kecelakaan. Terlebih, di sekitar lokasi terdapat traffic light yang berpotensi memperparah kepadatan lalu lintas jika pengerjaan terus berlarut.
Tono berharap pihak terkait segera menuntaskan pekerjaan dan mengembalikan kondisi jalan seperti semula.
"Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki," harapnya.
Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Masif Perbaiki Rumah, Bangkitkan Ekonomi Penghuni yang Lemah
Lurah Sine Gilang Akbar Dahana membenarkan adanya pekerjaan pemeliharaan di lokasi tersebut. Menurutnya, pengerjaan diperkirakan telah berlangsung lebih dari sepekan dan kemungkinan dilakukan secara bertahap di sepanjang jalur perlintasan.
Gilang mengakui keluhan warga cukup banyak karena lokasi merupakan jalur aktif dengan mobilitas tinggi.
"Soal keluhan memang banyak disampaikan karena itu jalur aktif. Kami berharap segera dinormalkan kembali karena berbahaya dan merupakan jalur yang sangat ramai," pungkasnya. (din)