Aksi Heroik Babinsa di Sragen Serda Jumadi Bekuk Maling Spesialis: Berbekal Bela Diri, Pelaku Nyerah

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:23 WIB

 

Sersan Dua (Serda) Jumadi (kanan), Babinsa Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen tangkap pelaku pencurian. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Sersan Dua (Serda) Jumadi (kanan), Babinsa Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen tangkap pelaku pencurian. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Malam itu, jarum jam menunjukkan pukul 01.30 WIB, Selasa (18/8/2026). Suasana Dukuh Sidorejo, Desa Karangasem, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, semestinya lelap dalam sunyi.

Namun di rumah Sersan Dua (Serda) Jumadi, kesenyapan itu mendadak pecah oleh derap langkah asing di area tangga.

​Sebagai seorang prajurit TNI yang bertugas di Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen, insting pengamanan Jumadi langsung terjaga.

Baca Juga: Laka Maut di Tawangmangu Karanganyar, Sekeluarga Terjun Jurang: Satu Tewas

Malam itu, ia bersama istri dan anaknya baru saja beristirahat usai perjalanan dari kegiatan di Sragen.

Sang istri yang terbangun karena hendak ke kamar mandi mendapati sesosok pria dengan penutup  muka dan berjaket hitam mondar-mandir di dalam rumahnya.

​Seketika, teriakan "maling!" membahana. Tanpa pikir panjang, Jumadi langsung melompat dari tempat tidur, meluncur ke arah sumber suara.

​Di sanalah duel senyap terjadi. Penyusup bertopeng itu mencoba kabur ke arah dapur sambil membawa tas kain oranye berisi uang. Menyadari ruang geraknya terkunci, sang pencuri sempat berbalik dan mencoba melawan.

Baca Juga: Pemkab Sragen Galang Donasi dan Doa untuk Korban Gempa NTT

​Namun, didorong oleh disiplin bela diri militer yang matang, Jumadi langsung memasang kuda-kuda kokoh. Dengan suara menggelegar penuh ketegasan, ia membentak pelaku.

”Kowe nggak nyerah mati! (Kamu enggak nyerah mati!, red). Saya juga hanya pasang kuda-kuda kiri depan terus,” terangnya, Senin (24/8/2026).

​Mental pencuri yang belakangan diketahui bernama Joko Triyono alias Keple, 46, itu langsung ciut. Menyadari lawannya bukan orang sembarangan dan terhalang meja besar, Keple sontak membuka penutup wajahnya.

”Ampun, Pak, saya nyerah! Jangan dibunuh, Pak, saya Joko,” ucap pelaku gemetar, menyerah tanpa syarat di tangan sang prajurit.

Baca Juga: Terjerat Kasus Asusila, Anggota Polres Wonogiri Dijatuhi Demosi 10 Tahun

​Aksi heroik Serda Jumadi malam itu tidak hanya menyelamatkan harta keluarganya. Tas kain oranye yang disita dari pelaku terbukti berisi uang hasil kejahatan yang baru saja dijarah dari rumah Jumadi yang dibobol lewat ventilasi kamar mandi.

​Saat diinterogasi di lokasi, pelaku kedapatan membawa ponsel. Pemeriksaan cepat terhadap aplikasi pesan singkat di ponsel tersebut membuka jaringan pencurian, Keple tidak sendirian.

Ia beraksi bersama seorang rekan bernama Sutrisno alias Tris alias Bronjong, 43, asal Sumberlawang, yang bertindak sebagai joki di luar rumah.

Baca Juga: Dissos Klaten Sebut Belum Ada Aduan Masuk, Ini Alur Jika Hendak Perbaiki Status Desil

”Saya takutnya kalau dimasa akhirnya saya telepon Polsek Tanon, telepon Babinsa setempat, telepon Bapak Danramil. Alhamdulillah Bapak Danramil langsung merespons,” ujarnya.

​Berbekal koordinasi sigap antara korban, Babinsa, dan Polsek Tanon yang langsung di-back up Tim URC Satreskrim Polres Sragen, pelarian sang joki tak berlangsung lama.

Dini hari itu juga, sekitar pukul 04.15 WIB, rantai komplotan tersebut resmi diputus total usai penangkapan Sutrisno di kawasan Sambiduwur.

Baca Juga: Dipergoki Istri Korban Saat Masuk Rumah, Maling Uang Belasan Juta di Tanon Sragen Diringkus

​Pengembangan kasus pun menggelinding bak bola salju. Tak disangka, penangkapan ini menjadi kunci pembuka kotak hitam kejahatan di Sragen.

Puluhan warga sekitar berdatangan ke rumah Jumadi keesokan harinya, mengucapkan terima kasih sekaligus menyadari bahwa pelaku inilah yang selama ini meresahkan perkampungan mereka.

Mulai dari pencurian kotak amal masjid hingga pembobolan rumah lintas kecamatan yang mencakup sedikitnya tujuh tempat kejadian perkara (TKP).

​Komandan Koramil Plupuh Kapten Inf Hartadi memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan kesigapan anak buahnya. Bagi institusi TNI, apa yang dilakukan Serda Jumadi adalah wujud nyata kepedulian prajurit terhadap keamanan masyarakat.

Baca Juga: Sambut Purnama Katiga, Umat Hindu Gunung Lawu Gelar Ritual Agung di Pura Sapta Pandita Karanganyar

”Kami ucapkan terima kasih kepada Serda Jumadi. Inilah salah satu harapan masyarakat, bahwa pencuri tersebut memang sangat meresahkan warga. Aksi ini minimal dapat meredam dan mengurangi tindak kriminalitas serupa," ujar Kapten Inf Hartadi.

​Meski dari lubuk hati terdalam keluarga sempat terbesit niat memaafkan karena pelaku masih warga satu daerah, fakta bahwa jejak kejahatan komplotan ini sudah terlalu banyak membuat proses hukum harus berjalan sepenuhnya di tangan kepolisian.

​Di sisi lain, insiden ini menjadi alarm keras bagi warga Sragen untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif.

Baca Juga: Minim Kontribusi PAD, Fraksi PDIP Sragen Desak Pangkas Direksi Hingga Tutup BUMD Tak Sehat

Kapten Inf Hartadi mengingatkan pentingnya menggalakkan kembali Siskamling, memastikan pintu dan jendela terkunci ganda sebelum tidur, serta menghindari kebiasaan pamer aktivitas pribadi di media sosial saat rumah ditinggal kosong.

”Ini jadi pelajaran bersama. Mari tingkatkan Siskamling dan pastikan rumah terkunci rapat. Kewaspadaan adalah benteng pertahanan pertama kita,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
sragen tanon Kodim 0725/Sragen pencurian plupuh