Jejak Sunyi di Gambiran Sragen, Dipercaya Jadi Petilasan Ronggo Warsito

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:04 WIB
Petilasan Ronggo Warsito di Kampung Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Petilasan Ronggo Warsito di Kampung Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Gemerincing kendaraan dari pusat kota Sragen perlahan memudar, berganti desau angin yang menyisipkan kesejukan di bawah rindangnya tajuk pohon bidara.

Di balik sunyinya Kampung Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, tersimpan jejak sejarah yang hingga kini masih jadi misteri.

Suasana di sekitar lokasi langsung menyergap indra dengan nuansa yang kontras: wingit (angker) namun asri dan teduh.

Baca Juga: Dekat Waduk Gondang Karanganyar, Desa Gempolan Kembangkan Sentra Frutikultura dan Wisata Tubing

Di sinilah sebuah petak berukuran 4x6 meter menyimpan teka-teki sejarah. Tidak ada suara bising manusia, yang terdengar hanya gesekan daun dan keheningan yang panjang.

Tempat ini dikenal warga sebagai Petilasan Ronggo Warsito, sebuah nama besar yang lekat dengan pujangga agung tanah Jawa. Meski jejak otentiknya masih kabur ditelan zaman.

Lurah Sine, Gilang Akbar Dahana menuturkan, meski kondisinya sederhana, lokasi ini senantiasa mendapat sentuhan perawatan dari warga sekitar. Ada ikatan batin yang tak kasat mata antara masyarakat setempat dengan warisan leluhur ini.

Baca Juga: DPRD Sragen Dorong Kirab Desa Masuk Agenda Event Pemkab

”Secara fisik dirawat warga, dan potensinya punya nilai sejarah yang kuat. Namun, memang belum diteliti lebih jauh mengapa tempat ini dinamakan petilasan Ronggo Warsito,” ujar Gilang saat memaparkan seluk-beluk wilayahnya.

Bagi para pencinta perjalanan historis, tempat-tempat seperti Kampung Gambiran selalu menawarkan daya tarik magis.

Narasi lisan yang hidup di masyarakat kerap menghubungkan petilasan ini dengan kawasan Kampung Wonowoso di sekitarnya.

Baca Juga: Tiga ASN Sragen Bermasalah dengan Hukum: Tak Hanya Pencurian, Tapi Juga Narkoba

Ada lembaran-lembaran sejarah masa lampau yang terputus, menunggu tangan-tangan peneliti untuk merangkainya kembali menjadi satu utuh kisah perjalanan peradaban.

Kelurahan Sine, menurut Gilang, menyimpan jejak histori yang sangat panjang bagi Kabupaten Sragen.

Setiap sudutnya menyimpan memori kolektif tentang babak-babak penting masa lalu yang belum banyak dieksplorasi publik.

Namun, misteri tetaplah misteri selama pembuktian ilmiah belum menyentuhnya. Gilang berharap ke depan ada riset dan penelitian yang valid dari para ahli sejarah.

Baca Juga: Aksi Pencurian Burung di Tasikmadu Karanganyar Terekam CCTV, Pelaku Lompati Pagar Rumah

Penelitian komprehensif ini dinilai krusial bukan sekadar untuk memuaskan rasa penasaran, melainkan sebagai pijakan akademis yang kokoh.

Di balik kesunyiannya, Petilasan Ronggo Warsito menyimpan potensi besar. Dengan jarak yang hanya berselang sekitar 5 menit saja dari pusat Kota Sragen, lokasi ini sangat strategis untuk dikembangkan.

”Kami optimistis jika dikelola secara bijak dan berbasis riset yang matang, tempat ini tidak lagi hanya menjadi situs bisu. Tapi menjadi destinasi wisata religi dan edukasi sejarah yang memperkaya khazanah budaya Kabupaten Sragen,” tegasnya.

Untuk saat ini, petilasan di bawah pohon bidara itu memilih untuk tetap diam. Menunggu siapa saja yang datang dengan niat merajut kembali benang merah sejarah yang sempat hilang dihembus angin waktu. (din/adi)

Editor : Adi Pras
Ronggo Warsito pohon bidara petilasan Kelurahan Sine sragen