RADARSOLO.COM – Rehabilitasi ruas Jalan Beloran hingga Alun-Alun Sragen mulai dikerjakan, Selasa (1/8/2026).
Proyek senilai Rp 11,798 miliar tersebut memaksa gelaran car free day (CFD) Kota Sragen diliburkan sementara.
Kepala Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen Aribowo Sulistyono menjelaskan, proyek besar ini digarap oleh CV Garuda sebagai penyedia jasa.
”Nilai kontraknya Rp 11,798 miliar yang dikerjakan oleh CV Garuda. Waktu pelaksanaan mulai 3 Agustus sampai 30 Desember 2026,” ungkap Aribowo, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Jejak Sunyi di Gambiran Sragen, Dipercaya Jadi Petilasan Ronggo Warsito
Proyek rekonstruksi ini mencakup panjang lintasan hingga 1,68 kilometer dengan lebar jalan yang bervariasi antara 15 meter hingga 18,2 meter.
Menariknya, struktur jalan tidak sepenuhnya menggunakan aspal, melainkan kombinasi antara hotmix dan beton (rigid pavement) di titik-titik krusial.
Pengecoran beton dengan ketebalan 20 sentimeter (cm) difokuskan pada dua titik utama yang kerap mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Dekat Waduk Gondang Karanganyar, Desa Gempolan Kembangkan Sentra Frutikultura dan Wisata Tubing
Salah satunya di Simpang Tiga Jumbo/Harmoni sepanjang kurang lebih 66 meter dengan mengambil lajur sisi selatan selebar kurang lebih 9 meter.
Titik lainnya berada di pos jaga polisi Pasar Kota yang kondisinya kerap mengalami kerusakan struktural.
”Karena di situ merupakan titik pertemuan dengan ring road selatan, kendaraan berat sering berhenti, pengereman, lalu mulai jalan lagi. Hal itu memicu peningkatan beban tekan. Termasuk di lampu merah pos lantas Pasar Kota,” imbuh Aribowo.
Baca Juga: DPRD Sragen Dorong Kirab Desa Masuk Agenda Event Pemkab
Ia merinci, untuk daya tahan jangka panjang, struktur beton dirancang mampu bertahan hingga 20 tahun.
Sementara lapisan aspal hotmix (dengan ketebalan bervariasi antara 4 cm hingga 10 cm, melalui metode cold milling atau pengupasan) diproyeksikan berumur sekitar 10 tahun.
Dampak dari pengerjaan masif ini langsung dirasakan masyarakat. DPU memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polres Sragen, hingga Dinas Perdagangan.
Salah satu kebijakan imbas proyek ini adalah diliburkannya kegiatan CFD untuk sementara waktu.
Baca Juga: Aksi Pencurian Burung di Tasikmadu Karanganyar Terekam CCTV, Pelaku Lompati Pagar Rumah
”Kami berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan terkait car free day. Mungkin untuk tiga minggu ke depan CFD libur dulu,” imbuhnya.
Di sisi lain, Aribowo juga menyinggung rencana perbaikan lanjutan dari kawasan alun-alun ke arah timur hingga kawasan Pilangsari.
Meski jalur tersebut merupakan kewenangan pihak provinsi, ia mendapat informasi bahwa proyek tersebut sudah memasuki tahap penandatanganan kontrak pada awal September ini.
Baca Juga: Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran Tuai Sorotan, Warga Khawatir Mata Air hingga Candi Gedong Songo
Dengan bergesernya titik pengerjaan dan penutupan jalur yang dilakukan secara bertahap seperti di Simpang Jumbo, masyarakat Sragen diimbau untuk terus mematuhi rambu-rambu rekayasa lalu lintas.
Hal itu demi kelancaran bersama di tengah deru alat berat yang membedah jalur kota. Mengingat pengecorannya dilakukan pada 20 September mendatang. (din/adi)
Editor : Adi Pras