RADARSOLO.COM – Keluhan warga Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen terkait bau tak sedap yang diduga berasal dari pembuangan limbah salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang langsung direspons pihak pengelola dan pemerintah desa setempat.
Langkah perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga penanganan fisik di lapangan terus dikebut.
Mitra SPPG Kelurahan Kroyo Warih Handoyo menegaskan, sistem pengolahan limbah di fasilitasnya sebenarnya sudah dibangun sesuai petunjuk teknis (juknis) dengan memanfaatkan sistem -PAL dan pengurai limbah. Namun, kendala teknis terjadi pada saluran pembuangan akhir di luar area dapur.
Baca Juga: Tragedi Maut SMPN 2 Sumberlawang Sragen, Terdakwa Anak Divonis 2,5 Tahun Penjara
”IPAL kami sudah sesuai standar juknis. Permasalahannya ada di pembuangan akhir, gorong-gorongnya mampet sehingga air tidak mengalir lancar,” ujar Warih, Senin (7/9/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pengelola telah melakukan serangkaian tindakan bertahap.
Mulai dari pengerahan relawan untuk pembersihan manual, penyedotan menggunakan armada penyedot limbah, hingga pemasangan saluran gorong-gorong baru di bawah jembatan.
Baca Juga: Diduga Terjun ke Sumur, Warga Jumapolo Karanganyar Berhasil Dievakuasi: Ini Penuturan Keluarga
Bahkan, pemadam kebakaran (damkar) turut dikerahkan ke lokasi untuk membantu menyemprot dan menggelontor aliran air yang tersumbat agar kembali lancar.
Warih menambahkan, keluhan bau tersebut sebenarnya berasal dari laporan lama, sekitar satu setengah bulan lalu sebelum serangkaian perbaikan dilakukan.
Selain itu, lokasi warga yang mengeluhkan bau berada di luar area dapur dengan jarak lebih dari 150 meter, tepatnya di aliran kali umum tempat bercampurnya berbagai limbah pemukiman warga.
Baca Juga: Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen Meninggal usai Kejang, Pihak Sekolah Bungkam
”Yang mengeluhkan ada tiga warga. Di sekitar area dapur justru tidak ada keluhan. Karena pembuangan akhrinya menyatu di kali, ada kemungkinan bercampur dengan limbah pemukiman lain. Namun, tindakan perbaikan terus kami lakukan dan bau sudah jauh berkurang,” paparnya.
Saat ini, SPPG Kroyo melayani pemenuhan gizi untuk sekitar 20 sekolah dengan kapasitas produksi mencapai 2.800 hingga 2.900 porsi per hari.
Guna memastikan mutu air buangan aman bagi lingkungan, pihak pengelola bersama teknisi IPAL berencana menambah fasilitas filter serta membuat bak kontrol dan kolam indikator ikan.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Gelontorkan Hibah Rp 1,26 Miliar ke 34 Kelompok Ternak
”Nanti kami buatkan kolam ikan dan bak kontrol di aliran kali. Jika ikan hidup dengan baik, artinya kualitas air buangan aman. Pengecekan ini terbuka untuk siapa saja,” jelasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras