Berawal Sengketa Air Sawah, Petani di Masaran Sragen Tewas Ditikam saat Olahraga Pagi

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB
Polisi olah TKP penikaman petani di Dukuh Masaran RT 31, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9/2026). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Polisi olah TKP penikaman petani di Dukuh Masaran RT 31, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9/2026). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Suasana tenang pada waktu subuh di Dukuh Masaran RT 31, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen berubah mencekam, Minggu (13/9/2026).

Ngadiman, 65, yang sedang berolahraga pagi tewas seketika setelah ditikam menggunakan senjata tajam oleh S, 35, tetangganya sendiri.

Insiden berdarah itu terjadi ketika korban sedang jogging melintas di depan rumah pelaku.

Baca Juga: Update Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang Kontak di Laut Jawa: 115 Orang Berhasil Dievakuasi

Tanpa diduga, interaksi singkat di antara keduanya berujung kekerasan fatal.

S mendadak menyerang Ngadiman menggunakan senjata tajam hingga membuat korban tersungkur tak bernyawa.

Dugaan sementara, aksi nekat tersebut dipicu oleh dendam lama terkait perselisihan pembagian air pengairan sawah di wilayah setempat.

Kapolres Sragen melalui Kapolsek Masaran AKP Priyatno menjelaskan, anggotanya bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian serta mengevakuasi jasad Ngadiman.

Baca Juga: Cek Link Live Streaming MotoGP San Marino 2026, Nonton Aksi Marc Marquez dan Veda Ega Pratama

"Korban sudah dievakuasi dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Solo untuk menjalani proses otopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," terang Priyatno.

Hingga saat ini, Satreskrim Polsek Masaran bersama Polres Sragen masih melakukan pemeriksaan mendalam.

Polisi tengah menggali keterangan dari sejumlah saksi maupun pelaku guna memastikan motif pasti di balik aksi penikaman brutal tersebut. (din)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
petani ditikam masaran sragen Polsek Masaran air sengketa