Tragis, Lansia di Gondang Sragen Meninggal Tertimpa Rumah Lapuknya yang Roboh

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

 

Kondisi rumah di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen yang menimpa lansia, Senin (14/9/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi rumah di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen yang menimpa lansia, Senin (14/9/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Nasib nahas menimpa Sutiyem, 83, warga Dimoro RT 17, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen.

Nenek sebatang kara ini ditemukan meninggal setelah rumahnya ambruk, Senin (14/9/2026) siang sekira pukul 13.00 WIB.

​Ambruknya rumah bambu tersebut murni dipicu struktur bangunan yang sudah rapuh termakan usia.

Baca Juga: Sport Center Raden Mas Said Karanganyar Bakal Dipoles, Pemkab Siapkan Anggaran

”Kondisi bangunan memang sudah tua, berupa rumah gedheg dan berdiri di atas tanah pinjaman. Ambruk murni karena material kayu dan bambunya sudah rapuh termakan usia,” ujar Kapolsek Gondang AKP Suparno.

Menurut warga sekitar, Mbah Sutiyem tergolong berkecukupan. Cucu-cucunya tersebar di berbagai daerah. Bahkan ada yang sukses menjadi pengusaha di Jakarta hingga bekerja di Jepang.

​Pihak pemerintah desa, keluarga, hingga tetangga sekitar mengaku sudah berulang kali membujuk lansia mandiri tersebut agar bersedia pindah dan merawat masa tuanya bersama anak atau cucunya. Namun, Mbah Sutiyem selalu menolak secara halus dan memilih bertahan di rumah bambunya.

Baca Juga: Tampang Pelaku dan Kronologi Lengkap Penusukan Petani di Masaran Sragen

”Sebenarnya mau dievakuasi atau diajak tinggal di tempat anak maupun cucunya, beliau tidak mau. Padahal cucunya ada yang di Jepang, ada yang jadi pengusaha di Jakarta. Tapi beliaunya memang kekeh tidak mau dipindah,” ujar ​Kepala Desa Kaliwedi, Daryono.

​Karena tidak ingin berpindah tempat, warga setempat dan pengurus RT kerap bergotong royong dan berswadaya tiap tahun untuk merawat serta memperbaiki rumah bambu Mbah Sutiyem agar tetap layak dan aman dihuni.

​Daryono menambahkan, terkait jaminan sosial, Mbah Sutiyem terdaftar aktif sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) serta bantuan pangan rutin dari pemerintah daerah maupun desa. Untuk kebutuhan sehari-hari, almarhumah juga terus disokong oleh anak cucunya.

Baca Juga: Warga Jaten Karanganyar Masuk Daftar Penumpang Hilang Kontak Kapal Virgo Transport 8

​Namun, status lahan yang menumpang membuat rumah tersebut tidak bisa diajukan masuk dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) resmi dari pemerintah. Sehingga pemeliharaannya selama ini murni bergantung pada swadaya warga. (din/adi)

Editor : Adi Pras
gondang rumah roboh sragen sebatang kara lansia