Irigasi Jadi Biang Petani Dihujani 10 Tusukan, P3A Masaran Sragen Tegaskan Pengaturan Air Tak Bermasalah

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi penusukan.
Ilustrasi penusukan.

 

RADARSOLO.COM – Pascainsiden berdarah yang menewaskan Sadimin, 68, akibat perselisihan irigasi sawah di Kecamatan Masaran, Sragen, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) setempat akhirnya memberikan klarifikasi.

Pihak P3A menegaskan bahwa tata kelola dan distribusi air di wilayah tersebut sebenarnya berjalan normal tanpa ada laporan konflik antarpetani.

Ketua P3A Kecamatan Masaran, Purwito mengungkapkan, berdasarkan pantauan rutin serta laporan dari para petugas lapangan di setiap blok, sistem pengairan di daerahnya selama ini telah teratur dengan baik.

Baca Juga: Muncul Titik Api di Gunung Lawu, Jalur Pendakian Cemoro Kandang dan Cetho di Karanganyar Ditutup

”Dari hasil pantauan saya serta laporan dari tiap-tiap petugas lapangan di wilayah atau blok masing-masing, sampai saat ini tidak ada masalah,” ujar Purwito saat dikonfirmasi mengenai kondisi pengairan pascakejadian, Selasa (15/9/2026).

”Saya juga tidak mendapat laporan atau mendengar dari petugas yang ada di wilayah terkait adanya perselisihan tersebut,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, potensi gesekan antar petani sejatinya sudah diminimalisasi. Karena setiap blok persawahan telah memiliki petugas lapangan khusus yang bertugas membagi jatah air secara bergantian.

Baca Juga: Sebatang Kara, Warga Sragen Diduga Jadi Korban Kapal Virgo Transport 8

Terkait kondisi pasokan air di tengah musim kemarau panjang saat ini, Purwito tak menampik adanya penurunan debit air.

Meski begitu, dia memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian di Masaran masih dalam rentang batas aman.

”Kalau debit air memang berkurang karena ini musim kemarau, tapi statusnya masih aman,” jelasnya.

Baca Juga: Bayar Pajak dan Retribusi Daerah di Karanganyar Kini Bisa lewat QRIS

Menanggapi imbauan dari pihak kepolisian agar mitigasi konflik irigasi lebih ditingkatkan, P3A Kecamatan Masaran berjanji akan memperketat pengawasan di lapangan.

Koordinasi intensif bersama para petugas pembagi air di setiap blok bakal terus dilakukan agar distribusi air tetap berkeadilan.

”Sebenarnya kalau antisipasi masalah air sudah kita sampaikan sejak dini. Agar hal serupa tidak terulang lagi, saya berkoordinasi dengan petugas lapangan di masing-masing blok agar lebih bijak lagi dalam pengaturan air,” tegas Purwito.

Baca Juga: Petani di Masaran Sragen yang Tewas di Tangan Tetangganya Alami 10 Luka Tusuk

Sebelumnya, peristiwa tragis menimpa Sadimin yang tewas usai diberondong 10 tusukan senjata tajam oleh tetangganya sendiri, Satriawan, 35.

Aksi nekat tersangka dipicu rasa sakit hati dan dendam setelah keduanya terlibat cekcok terkait pengalihan saluran air irigasi pada Sabtu (12/9/2026) lalu.

Kasus tersebut kini tengah ditangani intensif oleh jajaran Satreskrim Polres Sragen. (din/adi)

Editor : Adi Pras
perkumpulan petani pemakai air penusukan sragen masaran petani