Mati Lampu Tiap Hari, Warga Kedawung Sragen Protes

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:08 WIB

 

Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen protes mati listrik berhari-hari. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen protes mati listrik berhari-hari. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Keluhan soal pelayanan PT PLN (Persero) kembali mencuat dari wilayah pedesaan. Kali ini, melanda warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Warga merangsek berkumpul di area perempatan desa lantaran tak tahan lagi menghadapi pemadaman listrik berkali-kali yang terjadi hampir setiap hari, Kamis (17/9/2026) malam.

​Aksi kumpul warga tersebut menjadi bentuk luapan emosi spontan. Puncaknya terjadi tepat selepas magrib, saat kawasan pemukiman yang mencakup sedikitnya lima wilayah Rukun Tetangga (RT) mendadak gelap gulita.

Baca Juga: Krisis Air di Utara Bengawan Solo, Aksi Kolaborasi SMAN 2 Sragen Pasang Tandon dan Pasok 17 Tangki Air

Bagi warga, masalah utama bukan sekadar durasi padamnya listrik, melainkan frekuensinya yang terbilang ekstrem.

​"Hampir setiap hari (mati lampu, Red). Selepas magrib, kadang pagi, siang juga. Sehari bisa sampai dua hingga tiga kali mati lampu," ujar Pak Gi, salah satu warga setempat.

​Kondisi biar-pet yang terus berulang tanpa kepastian membuat ritme aktivitas harian warga terganggu.

Baca Juga: Bangun Tidur, Warga Matesih Karanganyar Ditodong Benda Mirip Pistol: Dua HP Raib

Kekesalan makin menjadi-jadi sebab warga merasa telah menunaikan kewajibannya membayar tagihan listrik secara tepat waktu.

​Kepala Desa Pengkok, Sugimin Cokro membenarkan adanya gelombang kekecewaan dari warganya tersebut. Meski demikian, pihaknya bergerak cepat memastikan massa agar situasi tidak memanas atau mengarah pada tindakan anarki.

​"Penyebabnya jelas bukan karena warga menunggak bayar listrik. Soal pembayaran, warga lunas semua. Kemungkinan ada masalah teknis seperti trafo, tapi yang lebih paham tentu petugasnya," jelas Sugimin.

Baca Juga: Batal Bubar, Kangen Band Dipastikan Tampil di Sragen Akhir Tahun Ini

​Guna meredam tensi warga, Sugimin mengaku langsung menjalin komunikasi intensif dengan pihak PLN. Berdasarkan koordinasi awal, pihak PLN mengklaim sedang melakukan penanganan teknis di lapangan.

​"Saya sudah komunikasi dengan petugas PLN. Dari keterangan mereka, saat ini memang ada upaya penggantian material di jalur penyulang wilayah sini," pungkasnya.

​Warga berharap koordinasi tersebut bukan sekadar janji di atas kertas. Mereka mendesak PLN segera menuntaskan pembenahan infrastruktur kelistrikan di Kedawung agar hak masyarakat mendapatkan pasokan listrik yang stabil dan layak dapat terpenuhi. (din/adi)

Editor : Adi Pras
mati lampu pln pelayanan sragen Kedawung