Bukan Sekadar Jualan, HIPMI Sragen Cari UMKM ‘Tahan Banting’ Gandeng Investor hingga Perbankan

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:41 WIB

 

Bupati Sragen Sigit Pamungkas membuka kompetisi bisnis bertajuk "Juragan Sragen, Scale Up Business Competition". (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas membuka kompetisi bisnis bertajuk "Juragan Sragen, Scale Up Business Competition". (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Langkah nyata untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak sekadar bertahan hidup terus dilakukan di Kabupaten Sragen.

Lewat sinergi strategis, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sragen resmi membuka kompetisi bisnis bertajuk "Juragan Sragen, Scale Up Business Competition".

Ketua HIPMI Sragen Joko Pramono mengungkapkan, ajang ini dirancang bukan sekadar kompetisi biasa.

Lebih dari itu, target utamanya adalah memetakan potensi bisnis lokal agar para pelaku UMKM di Bumi Sukowati bisa benar-benar naik kelas.

Baca Juga: Rumah Lapuk Termakan Usia, Lansia 86 Tahun di Sragen Lolos dari Maut saat Memasak

”Sasarannya adalah teman-teman pelaku usaha mikro dan kecil. Kami cari potensi bisnis dari berbagai wilayah di Sragen. Nantinya hasil kurasi akan disusun menjadi katalog bisnis, bukan sekadar katalog produk, yang siap kita benturkan dan kolaborasikan dengan para investor,” terang Joko.

Menariknya, kompetisi ini terbuka luas bagi seluruh sektor bisnis. Kriterianya, usaha yang dijalankan memiliki omzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun.

Respons masyarakat pun sangat tinggi, di mana tercatat lebih dari 70 pendaftar dari berbagai penjuru Sragen telah terdata.

Baca Juga: Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Kapal Virgo Transport 8 di Karanganyar, Baru Aldho Nurahmansya Teridentifika

Joko menjelaskan, penilaian tidak hanya melihat seberapa besar omzet yang diraih. Ada lima pilar utama yang dinilai oleh tim dewan juri independen, mulai dari tata kelola keuangan, operasional, SDM, kepemimpinan (leadership), hingga strategi promosi.

”Jadi omzet bukan penentu utama. Yang penting bagaimana pilar bisnisnya dibangun. Selain memperebutkan total hadiah uang tunai, voucher, dan barang senilai lebih dari Rp 200 juta, para peserta juga mendapat peluang besar untuk dilirik investor,” tambahnya.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menekankan pentingnya perubahan cara pandang para pelaku usaha agar skala bisnis mereka bisa melesat lebih tinggi melalui ekosistem yang sehat.

Baca Juga: Propam Polda Jateng Distribusikan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Tangen Sragen

”Bagaimana skala UMKM bisa lebih tinggi, tentu perlu scale up yang nyata dalam berbisnis. Kita ingin lahir juragan-juragan baru di Sragen, namun hadir tanpa saling kanibalisasi usaha satu sama lain,” tegas Bupati Sigit.

Lebih lanjut, bupati mengingatkan bahwa pola hubungan antarpelaku UMKM di Sragen harus bergeser dari persaingan ketat menjadi kolaborasi yang solid.

”Levelnya bukan lagi kompetisi antar sesama UMKM, melainkan orkestrasi. Ketika semua elemen bergerak bersama dalam satu irama yang harmonis, ekosistem ekonomi Sragen akan jauh lebih Tangguh,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
Bupati Sragen Sigit Pamungkas sragen umkm bisnis HIPMI Sragen