Nestapa Rumah Janda di Tangen Sragen: Terancam Ambruk, Tak Tersentuh Bansos

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:11 WIB

 

Kondisi rumah janda miskin warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi rumah janda miskin warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Nestapa dialami oleh Rusmini, seorang janda miskin warga Brakbunder RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Rumah tinggalnya kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan dan terancam ambruk.

Dia terpaksa menumpang tidur di rumah orang tuanya. Untuk menahan struktur bangunan agar tidak runtuh, tembok rumahnya saat ini hanya disangga seadanya menggunakan kayu.

”Temboknya mau ambruk, disangga kayu,” ujar Sri Wahono, tokoh masyarakat Tangen, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Kantor Pemda Sragen Jadi Tempat Ngevape dan Merokok Anak Bawah Umur, Terciduk Satpol PP

Sri Wahono menceritakan setahun yang lalu, pihaknya telah membantu mengajukan proposal bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditujukan kepada bupati Sragen.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan atau respons terealisasinya bantuan tersebut.

”Saya khawatir bantuan baru akan datang setelah rumahnya benar-benar roboh,” bebernya.

Kehidupan Rusmini dipenuhi berbagai cobaan. Sebelumnya, ia pernah mengadu nasib ke Malaysia sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Namun karena sering sakit-sakitan, ia terpaksa pulang tanpa membawa hasil.

Baca Juga: 60 Gerai KDMP di Karanganyar Terverifikasi dan Validasi

Kemalangan berlanjut saat anak tunggalnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas belum lama ini.

Kini, untuk menyambung hidup, Rusmini hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan teh di sudut Pasar Janglot.

Sembari berjuang dengan kondisi kesehatannya yang sering kambuh hingga harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Rasa kecewa Rusmini kian bertambah ketika mengetahui status Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) miliknya berada pada kategori Desil 6–10 (kelompok masyarakat mampu). Hal ini membuatnya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

Baca Juga: Pemerintah Kecamatan Karangmalang Sragen Kirim Bantuan Air Bersih ke Utara Bengawan

Padahal di sisi lain, ia menyaksikan tetangganya yang memiliki rumah tembok, sawah, tegalan, dan sepeda motor justru menerima bantuan beras sebanyak 30 kg.

Kepala Desa Katelan Kunto Cahyono menegaskan, Pemerintah Desa Katelan tidak tinggal diam dan telah menindaklanjuti pendataan warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah sesuai arahan dari bupati Sragen.

”Kemarin ternyata sudah kami usulkan, Bro. Kemarin yang diminta data dari Ibu Bupati itu toh, kan minta daftar warga yang layak dibedah rumah itu sudah kita ajukan. Jadi sudah kita masukkan,” ujar Kunto Cahyono.

Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Ziarah ke Astana Giribangun Karanganyar, Sempat Sapa Anak-Anak dan Warga

Terkait status pendataan desil Rusmini yang masuk kategori mampu (Desil 6–10) sehingga mengganjal penerimaan bantuan, dia menyebutkan pihak desa belum sempat melakukan pengecekan mendalam terkait klasifikasi desil tersebut pada saat pendataan awal.

”Mungkin belum kita pihak mengecek masalah desilnya saat itu,” tambahnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
rumah roboh sragen tangen janda TKW