RADARSOLO.COM – Kawasan Cagar Budaya Sangiran tak sekadar menyimpan jejak peradaban manusia purba. Sangiran juga memegang peran sentral sebagai identitas bangsa dan warisan dunia.
Hal tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI ke Museum Manusia Purba Sangiran di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, Kamis (24/9/2026).
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani. Didampingi anggota DPR RI Bonnie Triyana, Adian Y. Napitupulu, Once Mekel, Juliyatmono, Rycko Menoza, Lestari Moerdijat, serta Lita Machfud Arifin. Hadir pula Bupati Sragen Sigit Pamungkas.
Baca Juga: Sragen Bakal Terima 171 Becak Listrik, Wabup Suroto: Kasihan Tukang Becak Sepuh yang Masih Sewa
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut hangat kedatangan wakil rakyat dari Senayan. Menurutnya, Sangiran memiliki daya tawar yang sangat krusial bagi Kabupaten Sragen maupun panggung internasional.
“Sangiran bukan hanya kawasan yang memiliki nilai sejarah dan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. Sangiran merupakan bagian penting dari identitas Kabupaten Sragen, sekaligus warisan budaya dunia,” kata Sigit.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menambahkan, reorientasi fungsi museum dan cagar budaya sangat penting di era modern.
Baca Juga: Regenerasi Petani di Karanganyar Masih Rendah, Genjot Modernisasi Alat Pertanian
Menurutnya, pemanfaatan cagar budaya harus menjawab tantangan zaman, tanpa mengesampingkan aspek pelestarian.
“Museum dan cagar budaya bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda kuno atau bangunan tua peninggalan masa lalu. Keduanya adalah simbol peradaban, identitas, serta cerminan jati diri bangsa. Melalui museum, kita bisa belajar perjalanan hidup para pendahulu, serta merajut cerita untuk masa depan Indonesia,” ucap Lalu.
Menurut Lalu, diplomasi budaya dan edukasi sejarah kepada generasi muda menjadi agenda vital yang perlu digarap secara serius. Salah satunya melalui inovasi pengelolaan museum.
Baca Juga: Karanganyar di Ring Satu Bahaya Bencana, BMKG dan BPBD Pasang Kuda-Kuda
“Di era modern saat ini, tantangan kita bersama adalah menjadikan museum sebagai ruang publik yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan bagi semua kalangan, terutama generasi muda. Mari dukung bersama langkah-langkah inovatif, agar warisan budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” lanjutnya.
Sementara itu, kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyerap aspirasi secara langsung dari pengelola situs Sangiran dan Pemkab Sragen.
Hasilnya nanti diharapkan menjadi pijakan formulasi kebijakan dan regulasi terkait perlindungan, pengelolaan, serta optimalisasi pemanfaatan cagar budaya. (din/fer)
Editor : Adi Pras