DPRD Sragen Desak Tambah Anggaran untuk PJU

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB
Kecelakaan di jalan Gabugan-Gemolong, Sragen beberapa waktu lalu yang dipicu penerangan jalan minim. (Ist)
Kecelakaan di jalan Gabugan-Gemolong, Sragen beberapa waktu lalu yang dipicu penerangan jalan minim. (Ist)

 

RADARSOLO.COM – Fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sragen dinilai masih minim dan belum merata. Padahal, PJU berkaitan langsung dengan rasa keadilan bagi masyarakat penikmat dan pembayar pajak.

Kritikan tersebut dilontarkan Anggota DPRD Sragen, M. Haris Effendi. Haris mengungkapkan, pendapatan daerah dari pajak penerangan jalan terbilang cukup besar, yakni hampir Rp 50 miliar per tahun.

Namun, alokasi anggaran yang dikembalikan untuk pemeliharaan maupun pengadaan lampu jalan diperkirakan belum mencapai Rp 20 miliar.

Baca Juga: Pakar Geografi UMS Buka Suara Soal Potensi Multibahaya Bencana Geologi dan Gempa di Karanganyar

”Ketika masyarakat taat membayar pajak penerangan jalan, namun alokasi untuk fasilitas tersebut tidak seimbang, maka nilai keadilan sosialnya menjadi hilang. Penerangan jalan ini harus benar-benar digalakkan,” ujarnya, Minggu (27/9/2026).

Politisi Golkar ini mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sragen menambah alokasi anggaran PJU pada tahun-tahun mendatang.

Selain itu, Haris menekankan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen sebenarnya memiliki ruang untuk memasang lampu di rute jalan provinsi maupun jalan nasional. Selama ada pengajuan izin dan ketersediaan anggaran.

Baca Juga: Lansia dengan Kursi Roda Tewas Tertabrak KA di Sragen, Polisi Ungkap Sejumlah Fakta

Haris mencontohkan hasil studi banding ke Kabupaten Pekalongan. Di mana pengelolaan dan pemeliharaan lampu penerangan di seluruh tingkatan jalan.

Mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten, hingga antardesa dikelola secara menyeluruh oleh dishub setempat.

”Kalau untuk urusan penerangan jalan, kita (Sragen, Red) jujur masih tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lain. Ini yang harus menjadi perhatian bersama ke depan,” bebernya.

Terpisah, kurangnya PJU ruas jalan Gabugan-Gemolong dikeluhkan warga dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Regenerasi Petani di Karanganyar Masih Rendah, Genjot Modernisasi Alat Pertanian

Kondisi jalan yang gelap saat malam hari tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Sragen, Dawam menyampaikan, dirinya menerima banyak aduan langsung dari masyarakat terkait permasalahan penerangan di jalur vital tersebut.

”Informasi dari warga masyarakat termasuk para tokoh masyarakat terkait penerangan jalan di ruas jalan Gabugan–Gemolong, itu sering terjadi kecelakaan yang dimungkinkan gara-gara penerangan lampu yang kurang,” ujar Dawam.

Baca Juga: Komitmen Bentuk Karakter Generasi Muda, Pemkab Sragen Lantik 6.081 Pramuka Garuda Secara Serentak

Untuk itu, dia mendesak dishub mengecek langsung kondisi di lapangan guna memastikan titik-titik lokasi yang membutuhkan penerangan tambahan.

”Kepada Pak Suparwoto selaku Kepala Dinas Perhubungan, mohon untuk bisa krocek di lapangan. Banyak sekali warga dan tokoh masyarakat yang menyampaikan hal ini agar bisa ditindaklanjuti,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
sragen Pajak pju penerangan jalan umum DPRD Sragen