RADARSOLO.COM – Suara letusan senjata laras licin (flash ball) memecah ketenangan Lapangan Srimulyo, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen Rabu (30/9/2026).
Dentuman tersebut membahana dalam rangkaian agenda supervisi dan asistensi Ditsamapta Polda Jawa Tengah bagi personel kepolisian se-Solo Raya.
Uji penembakan instrumen pendukung tersebut digelar untuk memastikan kesiapan serta tingkat penguasaan alat oleh para personel di lapangan.
Baca Juga: Imbas Pelaporan Guru Cubit Siswa, Disdikbud Sragen Khawatir Picu Sikap Apatis Pendidik
Langkah itu sekaligus menjamin setiap upaya penanganan dinamika keamanan tetap berjalan terukur dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Tim supervisi dipimpin langsung oleh Kombespol Risto Samodra bersama AKBP Ricky Firmansyah.
Kedatangan rombongan disambut Kasat Samapta Polres Sragen AKP Supriyanto serta Kabag Ops Kompol Suyono yang hadir mewakili Kapolres Sragen.
Supriyanto menegaskan, pengasahan keterampilan teknis secara berkala menjadi kunci utama peningkatan profesionalisme jajaran Samapta.
Baca Juga: Duh, Kasus TBC di Karanganyar Tembus 795 Orang: Ini Gejalanya
Tak sekadar lihai mengoperasikan sarana pendukung, tingkat kedisiplinan personel dalam menerapkan prosedur kepolisian juga terus diuji.
”Latihan ini menjadi sarana mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan personel. Fokus utamanya pada penguasaan teknis, kedisiplinan prosedur, serta kepastian bahwa setiap tindakan di lapangan diambil secara tepat dan terukur,” beber Supriyanto.
Menurutnya, pemahaman teori tidak cukup tanpa diimbangi latihan teknis secara rutin. Hal itu penting agar para anggota siap merespons berbagai potensi pergerakan massa maupun situasi darurat lainnya di lapangan.
Selain simulasi penanganan, Ditsamapta Polda Jateng memanfaatkan momentum tersebut sebagai ajang evaluasi menyeluruh.
Baca Juga: Ngantuk dan Tanpa SIM, Polres Sragen Panggil Orang Tua Pelajar yang Tabrak Mobil MBG
Setiap tahapan pengoperasian perlengkapan diperiksa secara detail guna memastikan faktor keamanan (safety) dan profesionalisme anggota tetap terjaga.
Melalui supervisi ini, jajaran Samapta diharapkan makin responsif, presisi dalam mengambil tindakan, serta mampu mengedepankan keselamatan masyarakat saat bertugas. (din/adi)
Editor : Adi Pras