RADARSOLO.COM – Guyuran hujan yang sempat turun belakangan ini ternyata belum menjadi angin segar bagi warga terdampak kemarau panjang.
Krisis air bersih masih mengintai, menyusul mengeringnya sumber-sumber mata air warga akibat kemarau panjang.
Menyikapi kondisi tersebut, aksi nyata digelorakan oleh aksi kolaborasi relawan dari Plupuh, Sragen.
Sebanyak lima tangki air bersih disalurkan secara mendadak ke titik-titik yang paling membutuhkan, yakni kecamatan Mondokan dan Sumberlawang.
Baca Juga: Genjot Minat Baca di Era Digital, Disarpus Karanganyar Gelar Pallawa
"Meski sudah ada hujan turun, bukan berarti krisis kekeringan ini langsung selesai. Hujan kemarin kan masih tipis dan lokasinya belum merata. Sumber mata air warga, terutama di daerah Ngargosari, masih sangat kering dan sulit air," tegas Kapolsek Plupuh Iptu Nur Arifin, Rabu (30/9/2026).
Aksi kemanusiaan ini digerakkan secara swadaya oleh gabungan elemen masyarakat yang tergabung dalam Relawan Plupuh.
Dana bantuan dihimpun dari donasi internal para relawan serta dukungan unsur Muspika setempat.
Dalam penyaluran tahap pertama ini, wilayah mondokan mendapat jatah penyaluran 2 tangki air, sementara kecamatan Sumberlawang menerima 3 tangki air bersih.
Baca Juga: Jenazah Korban KM Virgo Transport asal Karanganyar Dimakamkan, Dikenali dari Tanda Lahir
Air tersebut langsung dialirkan ke penampungan komunal RT berkapasitas 5.000 hingga 8.000 liter untuk dimanfaatkan warga.
Iptu Nur Arifin menambahkan, aksi ini tidak akan berhenti sebagai gerakan seremonial belaka.
Evaluasi pasokan air akan terus dilakukan, dan pengiriman bantuan air bersih tahap berikutnya telah dirancang pada pekan depan guna menjaga ketersediaan air warga. (din/adi)
Editor : Adi Pras