Lapas Kelas IIA Sragen Latih Warga Binaan Seni Karawitan, Sudah Ciptakan Lagu Baru

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:34 WIB
Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Giyono (kanan) bersama grup karawitan dari warga binaan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Giyono (kanan) bersama grup karawitan dari warga binaan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen terus berkomitmen memfasilitasi kreativitas dan pembinaan bagi warga binaannya. Salah satunya melalui kegiatan seni tradisional Jawa, yaitu karawitan.

Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Giyono mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 16 warga binaan yang aktif tergabung dalam grup karawitan.

Latar belakang mereka beragam: ada yang sudah memiliki dasar dari tempat asalnya, namun banyak juga yang baru mulai belajar saat berada di dalam lapas.

Baca Juga: Kasus Investasi Bodong Sragen: Polres Sudah Gelar Perkara dan Balas Surat Kompolnas, Status Masih Penyelidikan

”Untung kami ada satu warga binaan yang bisa dianggap sebagai guru karawitan. Itu yang kami manfaatkan untuk membuat orkestra karawitan ini. Harapannya bisa menghibur, layak dipandang, dan syukur-syukur menjadi duta seni untuk Lapas Sragen,” ujar Giyono, Kamis (8/10/2026).

Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda, proses penyatuan dalam seni karawitan dapat berjalan lancar berkat niat dan kemauan para warga binaan.

Untuk menunjang proses latihan, pihak lapas menempatkan para anggota grup karawitan dalam satu kamar hunian yang sama.

Latihan rutin pun digelar secara terjadwal setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu di aula lapas, dengan pendampingan dari petugas.

Baca Juga: Sempat Terhenti Hampir Setahun, Bupati Klaten Pastikan Bansos Sumiyem Warga Sajen Trucuk Aktif Kembali Per Sep

Keseriusan para warga binaan ini terbukti dari kemampuan mereka yang tidak hanya memainkan lagu, tetapi juga menciptakan karya baru.

Dalam kurun waktu kurang dari dua hari, grup ini berhasil menciptakan lagu baru berjudul "Lapas Sragen".

Lagu tersebut menceritakan suasana Lapas Sragen yang bersinar, keharmonisan para pegawai, serta harapan warga binaan untuk menjadi pribadi yang utuh dan taat aturan agar bisa segera kembali ke masyarakat. Selain karawitan, kegiatan musik keroncong di lapas juga terus dikembangkan.

Giyono menegaskan bahwa pihak lapas siap mendukung penuh dan mengomodasi setiap bakat serta potensi positif dari warga binaan.

Baca Juga: Pemancing di Matesih Karanganyar Temukan Jasad Tengkurap di Aliran Kali Samin

Lapas Sragen juga akan berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang akan melakukan survei untuk pembinaan potensi seni secara lebih mendalam.

”Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan Lapas Sragen sebagai lembaga pemasyarakatan yang berbasis budaya,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta seni karawitan keroncong warga binaan Lapas Kelas IIA Sragen