Pembakaran Sampah Berujung Maut: Lansia di Gemolong Sragen Meninggal Dunia Terjebak Kobaran Api

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:52 WIB
Kebakaran menewaskan warga di Gemulung RT 10, Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Rabu (14/10/2026) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kebakaran menewaskan warga di Gemulung RT 10, Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Rabu (14/10/2026) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Aksi membakar sampah kulit jagung berujung tragedi tragis di Dukuh Gemulung RT 10, Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Rabu (14/10/2026) sore.

Seorang lansia bernama Tukiyem, 80, meninggal dunia setelah menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya akibat terjebak kobaran api di lahan kosong.

Peristiwa nahas tersebut berawal sekitar pukul 15.40 WIB. Saat itu, korban bermaksud membakar sampah limbah kulit jagung di lahan kosong milik Ragil Legiyanto, 55.

Baca Juga: Tambal Jalan Rusak, Warga Singopadu Sragen Rogoh Kocek Pribadi Demi Keselamatan Pengendara

Namun tanpa diduga, kobaran api dengan cepat membesar dan meluas hingga tak terkendali. Melihat api kian membesar, korban yang panik berusaha memadamkan api sendirian.

Lantaran takut dan panik saat mencoba menyelamatkan diri, lansia tersebut justru terjebak dan terlahap si jago merah.

”Menurut informasi warga di lokasi, korban berniat membakar sampah kulit jagung, namun api mendadak membesar. Korban yang berusaha memadamkan api dan menyelamatkan diri justru bernasib naas mengalami luka bakar hingga sekitar 85 persen dan meninggal dunia," terang Komandan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, Tomy Isharyanto, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Pemkab Karanganyar Proyeksikan Rp 63,9 Miliar untuk Infrastruktur Jalan pada 2027, Termasuk Bejen-Ka

Warga sekitar yang melihat korban dan kobaran api langsung histeris. Mereka berbondong-bondong mencoba memadamkan api secara manual, sementara warga lainnya bergegas menghubungi Pos Damkar Gemolong untuk meminta bantuan darurat.

Insiden ini sempat memicu kepanikan warga sekitar lantaran khawatir api akan merembet ke kawasan pemukiman penduduk, ditambah tingginya polusi asap di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Pemadam Kebakaran Sragen bersama unsur gabungan terdiri dari TNI, POLRI, Gemolong Rescue, REDKAR, tim Ambulans MWC NU Miri, serta masyarakat setempat—segera beroperasi di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK).

Baca Juga: Defisit Rp 134 Miliar, BPKPD Sragen Gercep Susun Strategi Penutupan Lewat Belanja Efisien dan Proyek

Petugas menghabiskan sekitar 10.000 liter air untuk menjinakkan si jago merah. Setelah penanganan sengit selama kurun waktu kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.45 WIB.

Akibat kejadian ini, area lahan kosong beserta tumpukan barang rongsokan di lokasi habis terbakar. (din/adi)

Editor : Adi Pras
kebakaran sragen gemolong lansia jagung