Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Surakarta Arief Sugiyarto mengatakan, sampai dengan kemarin (5/1) pencarian masih nihil. Tim SAR gabungan lantas bergeser ke Solo, kemarin. Upaya penyisiran di lokasi tenggelam masih dilakukan.
"Penyisiran kami lakukan di dua lokasi. Pertama di Kali Samin, Kadokan, Grogol dan di Jurug, Solo," jelas Arief.
Penyisiran di lokasi tenggelam dilakukan sampai dengan Tempuran Bengawan Solo. Di lokasi kejadian personel SAR gabungan dan warga masih menunggu. Sementara penyisiran di lokasi kedua dilakukan dengan penyisiran menggunakan LCR.
”Lokasi penyisiran dari pos pemantauan Sungai Bengawan Solo, Jurug, Solo sampai Pos pantau Ngelo, Karanganyar. Jaraknya sekitar 15 kilometer,” terangnya.
Arief mengaku tidak menerjunkan tim penyelam. Sebab kondisi cuaca yang terus hujan serta arus sungai yang deras. Sehingga pencarian hanya menyisir sungai dan menunggu di pos pantau yang telah ditetapkan.
”Sampai hari ini masih nihil dan tidak ada tanda-tanda dari survivor,” imbuhnya.
Selain itu akan dilakukan pemantauan menggunakan alat penerangan di titik-titik yang dimungkinkan. Arief mengaku tim SAR gabungan mengalami beberapa kendala. Seperti cuaca yang berubah-ubah, hujan di bagian hulu serta arus sungai yang kuat. Ditambah lagi jarak pandang saat pencarian yang terbatas.
Jika belum ditemukan, pencarian akan diperluas sampai Kebakkramat, Karanganyar; Masaran dan Sapen, Sragen. Bahkan bisa sampai perbatasan Jawa Timur.
”Kami juga masih menyanggong di titik-titik tersebut. Termasuk di Ngawi, Jawa Timur,” imbuhnya.
Rencananya pencarian akan dilakukan tujuh hari ke depan. Jika tidak ada tanda-tanda, maka operasi akan ditutup. Namun, jika dalam rentang waktu tersebut ditemukan tanda-tanda, maka pencarian akan diperpanjang tujuh hari lagi.
”Kalau masih tidak ketemu maka operasi dinyatakan di tutup,” tandasnya. (rgl/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra