Jasad Aris ditemukan pengendara sepeda yang melintas pukul 07.00. Penasaran melihat seseorang yang memakai kaos bergaris merah yang bersandar di pohon, Setiono lantas menanyakan kepada warga.
”Kalau dilihat dari jalan seperti orang yang menyender di pohon dan seperti sedang buang air kecil. Kami yang sambatan (gotong royong,Red) di depan makam juga tidak sadar,” ungkap salah seorang warga, Suhartono pada Jawa Pos Radar Solo.
Suhartono beserta saksi lantas mendekati korban. Mereka kaget lantaran Aris gantung diri. Namun, Suhartono sempat curiga karena ada luka di wajah korban. Seperti mulut membiru dan mengeluarkan darah. Selain itu terdapat sepeda motor Suzuki Shogun hitam nopol AD 3149 IH di dalam makam. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Kartasura.
”Korban diketahui bunuh diri. Sebab dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Kartasura tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," ungkap Kapolsek Kartasura AKP AKP Dani Permana.
Luka di wajah korban, lanjut Dani, diakibatkan gesekan dengan pohon yang digunakan untuk gantung diri. Sebab batang pohon diketahui berduri. Tali tambang dan batu bata merah sebagai sarana bunuh diri, serta sepeda motor telah diamankan.
Keterangan keluarga, Aris terlihat gelisah dan kemudian meminjam sepeda motor adiknya. Sebelumnya sering mengeluh kondisi kesehatannya dan ingin bunuh diri. Serta telah berpisah dengan istrinya sejak enam tahun lalu.
”Pihak keluarga meminta untuk segera di makamkan di rumah istrinya di Klaten. Sehingga tidak ada autopsi," katanya. (rgl/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra