Menilik hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo kemudian membagikan 200 maker gratis kepada masyarakat. Dari pantauan di Jalan Slamet Riyadi, Kartasura, hujan abu mulai turun tipis sekitar pukul 07.00. Hujan abu semakin lebat menjelang siang.
Meski lalu lintas normal, namun abu yang beterbangan cukup pekat menyebabkan jarak pandang pengendara sedikit terganggu. Ditambah lagi abu menyebabkan batuk dan masuk ke mata jika tidak memakai pelindung diri.
Salah seorang warga Dusun Pucangan, Desa/Kecamatan Kartasura Nugroho Widi mengatakan, hujan abu mulai turun di daerah Kartasura sejak pukul 07.00. Dan semakin lebat sekitar pukul 09.00. Tidak ingin abu masuk rumah dan menggangu pernafasan, Widi lantas menyiram jalan di sekitar rumahnya.
"Saya punya anak usia 1,5 tahun. Jadi saya semprot biar abunya tidak bleduk. Kami antisipasi saja. Dan anak sudah tidak boleh bermain di luar, kasihan kalau terhirup," ungkap Nugroho.
Sementara itu, Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengamini untuk wilayah Sukoharjo yang terdampak hujan abu. Sampai pukul 10.00 hujan abu terjadi di daerah Kecamatan Kartasura, Gatak, Baki, Grogol, dan sebagian Sukoharjo. Sri mengaku huja abu belum bisa dipastikan akan berakhir kapan. Sebab, hal tersebut tergantung lamanya erupsi Gunung Merapi, arah angin, dan hujan.
"Kami ingatkan untuk pengendara agar menengenakan pelindung diri seperti masker dan jaket. Sehingga partikel debu tidak masuk dan mengganggu pernafasan. Dan kami membagikan 200 masker gratis kepada pengendara yang melintas di perempatan Telukan, Grogol," katanya. (rgl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra