Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pekan Suci Paskah Dirayakan dari Rumah: Memang Aneh, tapi Harus Ikhlas

Perdana Bayu Saputra • Senin, 6 April 2020 | 21:02 WIB
Keluarga Yulius Felix beribadah Minggu Palma di rumah melalui video streaming.
Keluarga Yulius Felix beribadah Minggu Palma di rumah melalui video streaming.
SUKOHARJO - Gereja Katolik memastikan bahwa pada Pekan Suci Paskah 2020 ini tidak akan ada perayaan di gereja. Umat Katolik merayakan di rumah masing-masing melalui video streaming.

Mulai Minggu (5/4), umat Katolik sudah memasuki Pekan Suci. Biasanya, digelar ibadah-ibadah untuk mengenang wafat dan kebangkitan Isa Almasih. Secara berturut-turut dalam sepekan, dimulai dari Minggu Palma, kemudian Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, dan ditutup dengan Minggu Paskah pada Minggu (12/4).

Namun, pandemi Covid-19 memaksa otoritas gereja melakukan penyesuaian karena protokol kesehatan melarang adanya pengumpulan massa dan harus menerapkan physical distancing.

"Umat misa di rumah masing-masing dengan video streaming di chanel Gereja Santa Maria Kartasura," kata Venantius Kartasudarma, Pr, pastur di Paroki Santa Maria Kartasura.

Meski begitu, umat dibebaskan misa dengan mengikuti chanel dari gereja Katolik di mana saja. Karena, tiap-tiap gereja melakukan streaming.

"Iya, umat dibebaskan memilih chanel streaming sendiri. Seperti pagi ini ada pelayanan perayaan Minggu Palma pukul 06.00; 07.00; 08.00; dan 09.00," kata Romo Kartasudarma.

Terpisah, salah satu umat Katolik Paroki Santa Maria Kartasura Felix Yulius, 46, warga Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura mengaku, sejak wabah Covid-19 Gereja sudah melakukan misa secara streaming, baik video maupun siaran radio. Otoritas gereja tidak mengadakan misa di gereja.

"Misa streaming ya jelas rasanya aneh. Ada kerinduan bertemu dengan saudara-saudara yang lain," katanya.

Menurut dia, Pekan Suci merupakan hari-hari terbesar bagi umat Katolik. Apalagi Paskah adalah hari raya terbesar, selain Natal.

"Tidak semantap kalau ibadah secara langsung bersama umat yang lain, bertemu secara fisik dengan imam, ritualnya juga lebih komplit dengan lagu-lagu yang membawa pikiran dan perasaan pada kesiapan batin. Hari raya siapa yang enggak mau merayakannya bersama dengan saudara, bahkan tetangga kanan kiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Felix mengatakan bahwa dengan kondisi dan situasi saat ini, yang terbaik adalah menguatkan hubungan dengan Tuhan dengan cara yang lebih rasional dan tidak hanya mengedepankan emosional semata. "Memang aneh, kurang mantab, tapi semua dimaknai lebih dalam dengan ketulusan, keikhlasan demi mempertahankan kelanjutan hidup bersama," pungkas Felix. (kwl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#gereja katolik #video streaming #waspada covid-19 #ibadah #ibadah di rumah #pekan suci #Paskah