Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Lebih dari 1.000 Buruh Sukoharjo Kena PHK

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 18 April 2020 | 00:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SUKOHARJO – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Makmur semakin mengkhawatirkan. Tercatat, 1.140 pekerja kehilangan pekerjaannya maupun dirumahkan. Jumlah tersebut diprediksi akan bertambah.

Pemkab Sukoharjo telah menyerahkan data buruh yang perusahaannya terdampak Covid-19 tersebut ke Pemprov Jateng untuk mendapatkan bantuan kartu prakerja.

"Datanya kan jalan terus (bertambah). Total sudah 1.000 lebih (buruh di-PHK). (Ketika) ada laporan lagi, kami laporkan lagi. Kebijakannya (solusi PHK) buruh ada di provinsi," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Kamis (16/4).

Menurut sekda, perusahaan yang terdampak wabah korona antara lain bidang garmen, kesehatan, dan perhotelan. "Ada dua perusahaan yang melakukan PHK sudah disepakati Tripartid. Sudah sesuai undang-undang. Lalu ada empat perusahaan yang merumahkan pekerjanya," jelasnya.

Sesuai laporan yang diterima pemkab per Selasa (7/4), dari dua perusahaan tersebut tercatat 685 buruh di-PHK, sedangkan yang dirumahkan dari empat perusahaan sebanyak 201 pekerja. Ada yang dirumahkan selama 18 hari, ada pula hingga tiga bulan.

Diakui Agus, pandemi Covid-19 berdampak hampir di semua lini. Seperti bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Sebab itu, pemerintah mengeluarkan banyak kebijakan untuk percepatan penanganan Covid-19.

"Kita juga sudah siapkan jaminan pengaman sosial. Alokasinya Rp 200 ribu bagi warga miskin yang masuk basis data terpadu," katanya. (kwl/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#pemutusan hubungan kerja #dampak covid-19 #sukoharjo #kartu prakerja