Kemarin (28/4), mereka mangadukan nasibnya ke Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surakarta Badrus Zaman. "Kalau dengan akhir bulan ini sudah mau dua bulan (tidak mendapatkan gaji)," terang salah seorang pekerja Alisia Gandhi, 38, warga Grogol.
Menurut Alisia, para pekerja sudah bertemu pemilik perusahaan dan dijanjikan Senin pekan depan mendapatkan kepastian pembayaran gaji bulan lalu.
"Mereka (manajemen perusahaan) berjanji membayarkan 50 persen gaji bulan lalu. Senin pekan depan baru akan memberikan kepastiannya. Jadi, janji dibayar 50 persen itu saja belum pasti," keluhnya.
Ditambahkan Alisia, setiap bulan para pekerja gajian tanggal 7. Gaji Maret seharusnya dibayarkan 7 April. Namun, perusahaan berdalih masih menunggu pembayaran dari buyer. “Kami kan butuh uang untuk hidup," tegas dia.
Pekerja lainnya Gandhi menerangkan, terdapat lebih 40 pekerja di perusahaan konveksi di Desa Jati. Jumlah itu belum termasuk cabang perusahaan di desa lainnya. Total diperkirakan ada 100 pekerja. Para pekerja rata-rata mendapatkan gaji Rp 1,5 juta-Rp 1,7 juta per bulan.
Sementara itu, Ketua Peradi Surakarta Badruz Zaman mengaku siap mendampingi para buruh mendapatkan haknya. Pendampingan tersebut diberikan secara gratis. “Kasihan. Saat pandemi seperti ini gaji mereka sangat berarti,” ungkapnya. (kwl/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra