Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muhklis mengatakan, Ahmad Satiri alias Ambon, 37, warga Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri terjepit batu di Gunung Soko, Desa Kedung Sono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Semula, korban dan kedua temannya mencari bibit bonsai di lokasi kejadian.
"Waktu mau mencongkel pohon serut, batu besar di atasnya labil. Lalu batu besar itu longsor, menimpa korban," kata Muhklis.
Korban selamat, namun terjepit batu besar. Tim SAR Sukoharjo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, Minggu sore.
"Kita datang pukul 16.00, berupaya maksimal mengevakuasi korban. Tapi alat terbatas, akhirnya meminta bantuan SAR Wonogiri dan SAR Klaten," katanya.
Tim SAR gabungan kemudian berjibaku mengangkat batu yang menindih korban. Batu dikatrol lalu ditahan. Akhirnya korban berhasil diangkat. SAR Wonogiri mengeluarkan alat tracker dan SAR Klaten dengan alat pengebor batu.
"Peralatan banyak dan besar-besar. Perjalanan dari TKP sekitar 60 menit ke pemukiman terdekat," katanya.
Menurut Muhklis, korban berhasil dievakuasi pada Senin (1/6) dini hari. Korban mengalami fraktur di kedua kakinya.
"Saat kejadian, kedua teman korban selamat. Namun karena shock, mereka juga dievakuasi, Minggu malam," papar Mukhlis.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo juga hadir di lokasi kejadian hingga korban berhasil dievakuasi. Sesuai rekomendasi bupati, korban langsung dilarikan ke RS Karima Utama.
Terpisah, Wakil Komandan SAR Kabupaten Sukoharjo Irwan Santosa mengaku, medan cukup sulit, labil, dan terjal. Jika salah perhitungan, maka bisa sangat fatal. Korban terjepit dua batu besar.
"Kesulitannya medan curam, batunya besar, struktur tanah labil. Salah strategi bisa fatal," katanya.
Untuk stabilisasi, kata Irwan, tim gabungan memasang rockbolt supaya batu tidak geser. Lalu, batu diangkat menggunakan liftjack dibantu dongkrak. (kwl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra