Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengaku sudah mendapatkan titik terang perusahaan otobus (PO) yang armadanya mengangkut pasien positif Covid-19 dari Jakarta. Namun, siapa saja penumpang lainnya dalam satu bus belum diketahui.
"Yang berpotensi (tertular korona yang duduk) sebelahnya, kalau sebelahnya kan anaknya. Lalu depannya dan belakangnya. Nah (untuk melacak penumpang lain), kami koordinasikan dengan dinas kesehatan," bebernya, kemarin.
Bagaimana dengan identitas sopir taksi yang mengantar W dan sang anak ke rumahnya di Kecamatan Weru? Yunia menyatakan sudah terlacak. Sopir bersangkutan diminta melakukan cek kesehatan.
Hasil penelusuran sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, W cukup paham terkait tindakan yang harus dilakukan guna mencegah penularan. Seperti sebelum pulang, meminta anggota keluarga lainnya untuk tidur di rumah kerabat.
“Ibu dan suaminya sudah diminta tidur di rumah kerabat. Dia (W) akan tidur di rumah sendiri. Jadi dia kan sudah tahu harus melakukan isolasi, sehingga saya juga berasumsi bahwa saat di bus pun sebisa mungkin dia jaga jarak dengan penumpang lain, pakai masker, dan tidak bersinggungan,” papar Yunia.
Terpisah, Koordinator Terminal Bus Sukoharjo Agung Cahyono Hadi memastikan W tidak turun di dalam area terminal. Bus dari Jakarta tujuan Wonogiri biasanya menurunkan penumpang di jalan depan terminal.
"Bus kalau datang subuh tidak masuk terminal. Paling penumpang turun di jalan, seberang terminal," ujarnya.
Menurut Agung, Terminal Sukoharjo hanya terminal perlintasan. Jam kerjanya mulai pukul 07.00 sampai pukul 16.00, sehingga, tidak bisa mendata penumpang yang turun pada waktu di luar jam kerja. "Waku ada Posko Covid-19 dulu bisa, sekarang kan poskonya sudah selesai," pungkasnya. (kwl/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra