Usai menerima perwakilan Paguyuban Kepala Desa se Sukoharjo di kantornya, Wardoyo mengakui bahwa para kades itu merasa resah. Ini menyusul adanya rumor bahwa para kades memberikan dukungan kepada salah satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Sukoharjo.
Padahal kenyataannya, mereka yang mendukung pasangan bakal calon itu adalah para mantan kades. Bukan kades yang masih aktif.
"Ya intinya para kades ini resah, dibawa-bawa ke politik," kata Wardoyo.
Maryanto, Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Sukoharjo mengakui, para kades aktif merasa resah karena telah dibawa-bawa dan dianggap mendukung bakal calon tertentu. Bahkan, hal itu muncul dalam pemberitaan di media online tertentu. Padahal kenyataannya tidak demikian. Antara judul dan isi berita sangat berbeda.
"Judulnya menyebutkan lurah mendukung Joswi, padahal dalam isinya yang mendukung adalah mantan lurah. Nah ini yang membuat kepala desa aktif resah," kata Maryanto.
Atas pemberitaan itu, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada media online yang bersangkutan. Masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Intinya, para paguyuban kades tidak mendukung Joswi. Kepala desa jangan diseret-seret ke politik. Biarkan kami fokus membangun desa," kata Maryanto. (kwl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra