Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Korban Luka Demo Kartasura Capai Puluhan,Ada Penyusup yang Bikin Chaos

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 9 Oktober 2020 | 16:58 WIB
Kericuhan yang sempat terjadi antara peserta aksi dan aparat keamanan dalam demo tolak UU Cipta Kerja di simpang tiga Kartasura, Kamis (8/10).
Kericuhan yang sempat terjadi antara peserta aksi dan aparat keamanan dalam demo tolak UU Cipta Kerja di simpang tiga Kartasura, Kamis (8/10).
SUKOHARJO - Pendataan korban luka dalam aksi tolak UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh, kemarin (8/10), masih terus dilakukan. Aliansi mahasiswa menyebut puluhan peserta aksi mengalami luka ringan. Di sisi lain, biang dari kerusuhan ternyata bukan berasal dari aliansi mahasiswa maupun buruh.

Koordinator humas aksi dari aliansi mahasiswa Deni Agung Nugroho mengatakan, pendataan korban luka-luka masih dilakukan. Termasuk peserta aksi yang diamankan aparat. Sebab, ada sekitar seribu lebih peserta yang ikut dalam aksi.

Mereka berasal dari aliansi mahasiswa Solo Raya dan perwakilan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Telkom University. Selebihnya partisipan tambahan dari organisasi mahasiswa eksternal, serikat buruh, dan pelajar.

"Sebenarnya tagline kita aksi damai. Dan surat pemberitahuan ke polisi juga aksi damai. Namun, saat aksi akan berakhir ada penyusup yang membuat suasana makin panas. Lalu terjadi tarik menarik banner itu. Karena sudah menduga akan chaos, teman mahasiswa yang kita koordinir dan buruh langsung mundur semua," terang Deni kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (9/10).

Deni membenarkan jika ada penyusup yang membuat suasana menjadi chaos. Dan sayangnya, penyusup tersebut berada di mobil komando yang justru berorasi dengan nada provokatif, membuat suasana memanas. Hingga kemudian hujan batu dan botol air mineral tidak bisa dihindarkan. Dan dibalas tembakan gas air mata dari aparat.

"Saat ini kami masih mendata korban luka. Informasi yang saya dapat belum ada peserta aksi yang mengalami luka akibat tindakan represif. Tapi luka ringan karena jatuh berlarian, sesak napas, dan luka ringan lainnya. Tidak terlalu parah. Intinya kami terus mendata," kata Deni.

"Untuk yang diamankan atau ditahan, dari hasil kroscek kami ke Polres Sukoharjo tidak ada. Kemarin ada satu mahasiswa UMS yang dibawa, tapi sebenarnya bukan massa aksi. Lalu, ada beberapa dari pelajar yang diamankan dan semua sudah dipulangkan hari ini," imbuhnya.

Wakil Ketua BEM UNS Zakky mengatakan, beberapa peserta aksi dari UNS ada yang mengalami luka ringan. Mereka lantas dilarikan ke RS UNS. Zakky belum bisa memastikan berapa peserta yang mengalami luka saat menyelamatkan diri dari tembakan gas air mata. Saat ini, kondisi peserta sudah membaik dan tidak ada yang sampai mengalami luka berat sehingga harus diopname.

Koordinator lapangan (korlap) BEM FH UNS sekaligus korlap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sukoharjo Abudzar Al Ghifari menyayangkan sikap BEM Solo Raya yang kurang bertanggung jawab pada peserta aksi. Sebab, sampai Jumat siang pendataan peserta aksi yang mengalami luka maupun yang diamankan aparat belum terinventarisir dengan baik.

"Sampai siang ini kami belum dapat data yang mengalami luka ataupun diamankan. Dan kecerobohan juga terjadi di mobil komando yang disusupi dan berakhir chaos. Dari HMI ada satu peserta yang mengalami luka ringan, sedangkan dari BEM FH tidak ada. Kami pastikan penyebab chaos bukan dari mahasiswa dan buruh," ungkapnya.

Ghifari juga menyayangkan tindakan aparat yang terus menembakkan gas air mata pada peserta aksi. Padahal peserta sudah membubarkan diri. Namun, di gang-gang pemukiman, polisi masih menembakkan gas air mata. Membuat peserta aksi saling berdesakan hingga ada yang terjatuh.

"Kita bisa lihat di lapangan, teman-teman mahasiswa sudah mundur. Tapi polisi juga keterlaluan. Di gang-gang tempat parkir sepeda masih ditembaki gas air mata. Maka, banyak yang luka karena lari. Dan malam ini akan dilakukan evaluasi. Kemungkunan akan ada aksi lanjutan, entah nanti di titik yang berbeda," katanya. (rgl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#penyusup #Kartasura #korban luka #aliansi mahasiswa solo raya #aksi chaos #aksi tolak uu cipta kerja