Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, hujan deras disertai angin pada Minggu (13/12) siang hingga malam mengakibatkan bencana di tiga kecamatan. Yakni Sukoharjo, Grogol, dan Polokarto.
"Di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo satu pohon tumbang melintang di jalan. Kemudian, di Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto satu pohon tumbang melintang di jalan," kata Sri Maryanto.
Kemudian, di Desa Mranggen, Polokarto banjir menggenang di jalan dan masuk ke rumah warga. Setidaknya air masuk ke lima rumah warga dengan ketinggian 50 cm. Lalu, di Desa Ngombakan, Polokarto banjir juga masuk ke dalam rumah warga.
"Warga dengan jumlah 5 KK, 21 jiwa tidak mengungsi," bebernya.
Namun, ada empat KK dengan 11 jiwa warga Dusun Geneng RT 2 RW 2, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto mengungsi ke rumah tetangga. Pasalnya banjir sudah menggenangi rumah setinggi 50 cm. Begitu pula ada tiga KK, 15 jiwa di Dusun Kleco RT 1 RW 3, Desa Mranggen yang mengungsi.
Kemudian, di Desa Rejosari, Polokarto banjir menggenangi kebun karet. Sementara di Desa Bakalan dan Desa Wonorejo, Polokarto banjir menggenang di jalan.
"Di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol banjir di Perum Permata banjir kurang lebih melanda 46 rumah dengan ketinggian sekitar 60 cm. Sebagian warga mengungsi di rumah saudara," terang Sri Maryanto.
Saat ini, BPBD, TNI/Polri, relawan dan Muspika tengah melakukan evakuasi dan pendataan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini. (kwl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra