Sudah setahun pandemi Covid-19 mendera tanpa ada kepastian kapan berakhir. Begitu pula hiruk pikuk CFD di kawasan Alun-alun Satya Negara yang belum jelas waktu dibuka kembali. Warga yang sudah rindu beraktivitas di Minggu pagi tanpa gangguan asap kendaraan bermotor, mulai mempertanyakan hal itu.
”Pasar saja boleh buka, kalau CFD kan hanya seminggu sekali, kenapa belum buka? Asalkan protokol kesehatan ketat, saya pikir tidak masalah,” kata Bambang Wijatanto, 40, warga Jetis, Kecamatan Sukoharjo Kota, Minggu (4/4).
Bagi orang tua yang punya anak balita seperti dirinya, CFD mampu mengusir kepenatan setelah sepekan bekerja. Apalagi, untuk anak-anak balita, kehadiran CFD membawa keceriaan tersendiri.
”Paling suka bawa anak ke CFD, jajan Rp 10.000 sampai Rp 15.000 saja sudah senang,” imbuhnya.
Penutupan CFD juga berdampak ke PKL yang berjualan di sana. Tak ayal, pendapatan mereka juga berkurang.
”Setiap minggu, ada tambahan Rp 75.000 sampai Rp 100.000 lumayan. Bisa dipastikan dapat uang, walaupun sedikit. Kalau sekarang hari minggu harus keliling, yang hasilnya tidak pasti,” kata Amin Haryanto, 35 penjual bakso penthol yang biasa mangkal di CFD.
Saat ini banyak orang yang masih beraktivitas di sekitar alun-alun untuk berolahraga seperti lari pagi dan bersepeda. Namun, tidak sepadat jika CFD beroperasi. Terkait hal itu, Dinas Perhubungan masih menunggu perkembangan PPKM.
”Kami belum operasikan, menunggu perkembangan PPKM,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo, Tony Sri Buntoro, Minggu (4/4).
Terkait perkembangan PPKM mikro, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, per Sabtu (3/4) kasus positif Covid-19 aktif turun jadi 243 kasus. Saat ini, kasus Covid-19 aktif tersebut terdiri dari 87 orang isolasi mandiri, empat isolasi terpusat dan 152 orang rawat inap di rumah sakit. Dilihat sebarannya, 243 kasus positif aktif tersebut tersebar di 88 desa/kelurahan di Sukoharjo. Sebaran terbanyak di Kartasura dengan 56 kasus. (kwl/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra