Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masjid Darussalam, Tempat Pangeran Diponegoro Bersembunyi

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 15 April 2021 | 01:18 WIB
SAKSI SEJARAH: Suasana Masjid Darussalam yang terletak di Desa Kedunggudel, Kabupaten Sukoharjo (ENDAH RISKI KARTINI/RADAR SOLO)
SAKSI SEJARAH: Suasana Masjid Darussalam yang terletak di Desa Kedunggudel, Kabupaten Sukoharjo (ENDAH RISKI KARTINI/RADAR SOLO)
SUKOHARJO  - Desa Kedunggudel sangat erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Di desa ini pun terdapat Masjid Darussalam yang merupakan bukti sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Keberadaan masjid ini juga membawa daya tarik sendiri, banyak orang dari luar Sukoharjo yang menyambangi Masjid Darussalam untuk berziarah.

Menurut salah satu tokoh desa, Sehono, Kedunggudel dahulu merupakan daerah yang besar dan menjadi salah satu kota peradaban Islam. Agama Islam di Kedunggudel masuk dibawa oleh para alim ulama kerajaan Demak pada tahun 1478.

Pada saat perang Diponegoro terjadi yakni pada tahun 1825-1830, masjid ini dijadikan tempat pertemuan antara Sinuhun Paku Buana VI dengan Pangeran Diponegoro untuk mengatur strategi.

"Kala itu, pertemuan antara keduanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun, konspirasi tersebut akhirnya tercium oleh Belanda. Lalu desa Kedunggudel dibumihanguskan," terangnya.

Masjid Darussalam merupakan masjid tertua yang ada di Sukoharjo. Didirikan pada 1837 M, tepatnya pada tanggal 20 Agustus oleh Kyai Lombok.

Di dalam Masjid Darussalam terdapat sebuah sumur yang ditutupi oleh kaca bertuliskan "Sumur Kyai Pleret". Sumur tersebut dahulu kala digunakan untuk menyimpan harta untuk perang.

"Sumber sejarah mengenai Masjid Darsusslam sampai saat ini masih minim. Selama ini, sejarah yang didapatkan melalui cerita turun temurun dan naskah yang terbatas," terang Sehono.

Selain berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam, Kedunggudel juga dikenal sebagai desa penghasil jenang, wingko babat, dan batik. (mg/dam) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Desa Kedunggudel #Masjid Tempat Pangeran Diponegoro Bersembunyi #Masjid Darussalam