Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Operasi Pekat di Sukoharjo Jaring 7 Pasangan di Panti Pijat

Perdana Bayu Saputra • Senin, 3 Mei 2021 | 16:25 WIB
TAK TERTIB: Tim gabungan melakukan pemeriksaan di sebuah panti pijat yang ada di Sukoharjo, kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
TAK TERTIB: Tim gabungan melakukan pemeriksaan di sebuah panti pijat yang ada di Sukoharjo, kemarin. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Tim gabungan TNI, Polri dan satuan polisi pamong praja menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Sabtu (1/5). Setidaknya tujuh pasangan bukan suami istri terjaring dalam operasi yang dilakukan sejak siang sampai malam tersebut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan bahwa operasi gabungan dengan sasaran panti pijat dan SPA digelar di wilayah Sukoharjo dan Solobaru. Pasukan gabungan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Agus Pamungkas.

"Mendatangi beberapa panti pijat dan SPA di wilayah Sukoharjo dan Solobaru, antara lain Sumber Hidup, I, F, SVG, Mtn dan FG," kata Heru Indarjo, Minggu (2/5).

Dari hasil pemeriksaan, terjaring sebanyak tujuh pasang orang yang sedang SPA dan pijat. Mereka terindikasi melakukan perbuatan asusila. Yakni di SH 1 pasang, di I sebanyak 1 pasang, F 2 pasang, Mtn 1 pasang dan FG 2 pasang. Sebanyak 7 pasang tersebut dan 5 orang pengelola dari tempat spa tersebut dibawa ke Polres Sukoharjo untuk dilakukan pembinaan

"Kemudian, pada Sabtu malam dilakukan lagi operasi dengan sasaran karaoke dan tempat billiar, mulai pukul 22.00 sampai 00.00," kata Heru.

Hasil operasi, lanjut Heru, di Exs Karaoke terpantau masih buka, namun pengelola berusaha untuk mengelabuhi petugas dengan mematikan lampu. Namun, berkat kesigapan petugas ditemukan 2 room yang masih beroperasi.

"Petugas menyita tiga minuman keras. Menyita KTP pengelola dan diminta untuk menghadap ke kantor satpol PP pada Selasa (4/5)," kata Heru.

Lalu, tim gabungan mendatangi lokasi Z Billiard dan terpantau masih buka. Kemudian, petugas menyita KTP pengelola dan diminta menghadap pada Senin (3/5).

"Petugas juga membubarkan pengunjung yang masih bermain billiar," bebernya.

Selanjutnya, petugas mendatangi NGY dan terpantau masih buka dan diperingatkan untuk segera tutup. Kemudian KS terpantau sudah tutup. "Ada yang nekat buka selama larangan, baik ramadan atau PPKM. Tapi ada juga yang manut atau tutup," pungkasnya. (kwl/nik/dam) Editor : Perdana Bayu Saputra
#operasi pekat #Operasi Pekat Sukoharjo #Operasi Pekat Panti Pijat #Panti Pijat di Sukoharjo