Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Masukkan Kerajinan Batik dalam Muatan Lokal

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 18 Mei 2021 | 03:45 WIB
SIAP BERSAING: Batik tulis membutuhkan banyak tahapan untuk menghasilkan produk berkualitas. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SIAP BERSAING: Batik tulis membutuhkan banyak tahapan untuk menghasilkan produk berkualitas. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Batik sebagai sebuah industri, bukan hanya bicara masalah modal, bahan baku, kapasitas produksi dan pemasaran. Yang lebih penting adalah sumber daya manusia yang secara estafet diturunkan dari generasi ke generasi.

Ya, salah satu permasalahan industri batik adalah regenerasi. Itu diakui Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Sukoharjo Sutarmo yang baru saja purnabakti 1 Mei lalu. "Masih jarang anak muda yang menekuni industri batik," jelas dia.

Tenaga kerja bidang batik di Sukoharjo mencapai ribuan. Mereka terbagi atas pengusaha, pembatik canting, pembatik cap, pembatik printing. Ada pula ahli mewarnai batik, ahli membuat cap batik, pembuat canting dan sebagainya.

“Industri batik kan luas bidang-bidang keahliannya. Tidak bisa dikerjakan satu orang. Pengusaha batik, belum tentu bisa mencanting, harus ahlinya,” katanya.

Industri batik, lanjut Sutarmo, hampir ditemui di 12 kecamatan Kota Makmur. Mulai dari industri hulu dan hilirnya. Yang terkategori hulu yakni produksi lembaran kain batik. Hilirnya konveksi untuk menjahit bahan batik.

Upaya promosi batik Sukoharjo dilakukan dengan mengikuti pameran di berbagai daerah. Salah satunya mengangkat potensi batik Kedunggudel dari Kelurahan Kenep.

“Pemkab Sukoharjo memberikan dukungan penuh dengan ikut mempromosikan produk unggulan daerah. Termasuk memberikan sertifikat bagi pembatik,” terang dia.

Pekerjaan rumah dalam melestarikan kerajinan batik, imbuh Sutarmo adalah menggerakan generasi muda terlibat aktif di dalamnya.

"Kami berupaya menjadikan kerajinan batik sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Lalu menyediakan bantuan modal. Ibu bupati dan pak wakil bupati proaktif mengembangkan UMKM, termasuk batik,” ungkap dia. (kwl/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Batik Tulis