Selain itu, setiap tamu dan pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus mengenakan masker. Setelah memberikan ucapan selamat kepada mempelai, harus segera pulang. Pemkab juga menggandeng kecamatan, polsek, koramil, dan desa untuk meningkatkan pengawasan resepsi hajatan.
“Silakan punya hajatan karena sekarang lagi musimnya. Yang penting prokes, tidak menyediakan kursi, tapi banyu mili, dan makanan dibawa pulang. Jangan sampai kasus melonjak seperti beberapa daerah lain,” bebernya di sela-sela pemantauan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di sejumlah desa, kemarin.
Sementara itu, penyaluran BPNT yang dipantau bupati yakni di Desa Tiyaran dan Bulu, Kecamatan Bulu; Desa Kateguhan dan Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari; Desa Ngreco dan Karangmojo, Kecamatan Weru.
“Sesuai data, tercatat 58.730 keluarga penerima manfaat yang mendapatkan BPNT. Terdiri dari beras, telur, dan kacang tanah," terang Etik.
Penyaluran BPNT saat ini merupakan kuota Mei. Pantauan bupati tersebut guna memastikan tingkat kedisiplinan prokes di e-warong.
Sekadar informasi, beragam bantuan didistribusikan pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19. Khususnya terhadap warga kurang mampu. (kwl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra