SUKOHARJO - Tenaga kesehatan (nakes) mulai kewalahan menangani lonjakan kasus positif Covid-19 selama dua pekan terakhir. Tidak sedikit nakes yang harus isolasi mandiri karena terpapar atau menjadi kontak erat. Termasuk Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sukoharjo Yunia Wahdiyati yang suaminya terkonfirmasi positif Covid-19.
“Tenaga kesehatan kami banyak yang menjalani isolasi mandiri,” jelas Yunia, Kamis (24/6). Terkait jumlahnya, Yunia belum menyebut secara detail.
Namun ditegaskan dia, di seluruh puskesmas di Kota Makmur terdapat nakes yang terdampak Covid-19. Salah satunya juga suami Yunia yang merupakan seorang dokter di salah satu puskesmas. Kadineks mengkonfirmasi, dirinya harus menjalani isolasi mandiri karena merupakan kontak erat sang suami. "Saya isolasi mandiri lima hari. Saat ini sudah hari keempat," ungkapnya.
Merujuk data Dinkes Sukoharjo, kasus positif Covid-19 di Kota Makmur per Rabu (23/6) bertambah 74 kasus, sehingga akumulasinya tembus 7.149 kasus. Kasus positif aktif sebanyak 564 orang. Terdiri dari 394 orang isolasi mandiri, satu isolasi terpusat, dan 169 orang rawat inap di rumah sakit.
Total pasien meninggal naik dari 492 orang menjadi 495 orang, sedangkan suspek Covid-19 sebanyak 997 orang. Terdiri dari 15 isolasi mandiri, 177 rawat inap, 778 selesai pemantauan, 27 meninggal, dan 769 swab negatif.
Di lain sisi, petugas Terminal Sukoharjo Kota dan sejumlah warga divaksin di kompleks terminal setempat, hari ini (24/6). Pelaksana vaksinasi dari Klinik Pratama Satwika Polres Sukoharjo dan vaksinator dari Rumah Sakit TNI.
"(Vaksinasi) digelar di tempat umum dalam rangka percepatan. Kami harus mendekatkan akses ke sasaran. Sudah disiapkan SOP (standard operational procedure)-nya," kata Yunia.
Koordinator Terminal Sukoharjo Kota Agung Cahyono Hadi mengatakan, 22 personel Terminal Sukoharjo Kota menjalani vaksinasi dosis pertama. Menurutnya, petugas di Terminal Sukoharjo Kota sangat berisiko terpapar Covid-19. Sebab, setiap hari harus memberikan pelayanan kepada pengguna jasa terminal yang datang dari berbagai wilayah.
"Kami sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik kepada jajaran kami, maupun kepada pengguna jasa terminal," pungkasnya. (kwl/wa/ria) Editor : Syahaamah Fikria