SUKOHARJO – Distribusi air bersih di dua RT Kecamatan Bulu dihentikan sementara. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, hujan intensitas sedang sampai lebat terjadi di kawasan yang langganan kekeringan. Ini menjadikan mata air dan sumur warga kembali terisi air.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, awal Juni lalu, kesulitan air bersih melanda RT 1 RW 7 Dusun Tugusari, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Kondisi serupa terjadi di RT 1 RW 10 Dusun Gampingan, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu.
“Di Tugusari, sumber air yang ada sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan warga, sehingga warga harus mencari air ke luar kampung yang jaraknya cukup jauh,” ujarnya.
Menurut Sri Maryanto, warga mulai meminta dropping air dari berbagai pihak untuk mencukupi kebutuhan. BPBD telah mengupayakan memenuhi kebutuhan air bersih warga, salah satunya mengupayakan bantuan dari corporate social responsibility (CSR) dari berbagai pihak atau mengirim langsung air bersih dengan bekerja sama dengan PDAM.
“Sudah kami dropping air bersih kepada dua RT itu. Rencananya, untuk dropping ke Tugusari, Desa Kamal sebanyak 16 tangki, sedangkan Dusun Gampingan, Desa Ngasinan sebanyak empat tangki," kata dia.
Ditambahkan Sri Maryanto, karena intensitas hujan meningkat, bantuan air bersih dihentikan sementara. Mengingat sumber air dan sumur warga kembali terisi.
Terkait pemetaan dampak kekeringan 2021, masih relatif sama dengan 2020. Yakni di Kecamatan Bulu, Weru dan Tawangsari. Terdiri dari 17 desa, yakni Weru 12 desa, Bulu tiga desa, dan Tawangsari dua desa. “Peta kekeringan masih sama. Sambil kami kami lihat perkembangan,” ucapnya. (kwl/wa/ria)
Editor : Syahaamah Fikria