Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Angka 3T Sukoharjo Lampaui Pusat, Bupati: Nggak Takut Kasus Mbledos  

Syahaamah Fikria • Rabu, 28 Juli 2021 | 15:59 WIB
MASAL: Vaksinasi dosis I bagi tokoh keagamaan di Gedung PGRI Sukoharjo, Selasa (27/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
MASAL: Vaksinasi dosis I bagi tokoh keagamaan di Gedung PGRI Sukoharjo, Selasa (27/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO – Upaya testing, tracing, dan tracking (3T) penyebaran Covid-19 di Sukoharjo mencapai 1.925 testing per hari. Jumlah tersebut diklaim lebih tinggi dibandingkan target pemerintah pusat.

Bupati Etik Suryani menuturkan, tingginya positive rate Covid-19 di Sukoharjo karena pihaknya serius melakukan 3T. "Iya, kasusnya masih tinggi. Karena testing juga tinggi. Pak camat, nakes (tenaga kesehatan) di 12 kecamatan luar biasa melakukan 3T. Kami jauh lebih tinggi (dibandingkan target testing pusat), sehari 1.000. Target pusat 1.000 itu per minggu," beber Etik di sela memantau vaksinasi bagi tokoh keagamaan di Gedung PGRI Sukoharjo, kemarin.

Etik tidak khawatir ada ledakan jumlah positive rate, karena semakin banyak 3T, maka pihaknya semakin bisa mengetahui langkah yang harus diambil, sehingga, penanganan bisa lebih maksimal.

"Jangan takut 3T nanti kasusnya mbledos banyak. Karena dengan 3T ini bisa ketahuan. Yang bergejala segera dirujuk ke rumah sakit dan yang tidak bergejala langsung isoman (isolasi mandiri)," kata Etik.

Sementara itu, merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo, per Senin (26/7) kasus positif aktif sebanyak 783 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 651 orang isolasi mandiri dan 132 rawat inap di rumah sakit.

Lonjakan kasus signifikan terjadi di Kartasura mencapai 278 kasus aktif, sedangkan kecamatan lain mulai turun. (kwl/wa)

  Editor : Syahaamah Fikria
#sukoharjo #3t #lonjakan kasus covid-19