Bendera merah putih berukuran 16 meter × 12 meter dikibarkan di Puncak Laskar Pelangi, di Desa Kedung Sono, Kecamatan Bulu. Pengibaran dilakukan oleh Komunitas Gowes Jarak dan Tanjung (Jantan). Sebanyak 16 personel gowes secara bergotong royong membawa bendera raksasa itu naik ke puncak dengan ketinggian 1199 Mdpl itu.
"Kita gowes dari Jarak Tanjung, Kecamatan Nguter sampai ke Desa Pringapus, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri," kata Hermawan.
Tim kemudian memikul bendera secara bergotong royong melewati jalan setapak, naik turun bukit dan menyusuri hutan. Perjalanan ke puncak berjarak kurang lebih 3 kilometer ditempuh sekitar 30 menit dengan jalan kaki.
"Sampai puncak pukul 10.00, kita dengar suara sirene, kentongan tanda tanda detik-detik proklamasi. Tapi belum bisa kita kibarkan benderanya," katanya.
Angin kencang dan lokasi puncak yang terjal menjadi kendala dalam pengibaran bendera. Namun, dengan bantuan sejumlah anggota pecinta alam yang camping di puncak dan komunitas gowes lain, akhirnya sang saka merah putih bisa dibentangkan di puncak tertinggi Gunung Gajah Mungkur.
"Saya minta semua yang ada di puncak menghentikan aktivitas, lalu menghormat bendera sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saya sampai terharu," katanya.
Menurut Hermawan, pengibaran bendera itu merupakan upaya membangkitkan kembali jiwa nasionalisme dan patriotisme yang selama 1 tahun lebih ini tercabik-cabik pandemi Covid-19. Anak-anak bangsa tengah terganggu persatuan dan kesatuannya karena maraknya hoax di tengah pandemi ini.
"Ini kegiatan pertama kita, ke depan kita akan kibarkan lagi saat Hari Pahlawan, 10 November," pungkasnya. (kwl/ria) Editor : Syahaamah Fikria