Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan, Pemkab tidak tergesa-gesa membuka PTM karena yang lebih diutamakan adalah kesehatan para pelajar dan guru. Mengingat, Kota Makmur masih berisiko tinggi penularan Covid-19.
"Segala sesuatu kan harus dipersiapkan," terang bupati di sela meninjau vaksinasi di Markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kartasura, Senin (30/8).
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo itu menambahkan, pada uji coba PTM belum lama ini, Kota Makmur memilih waktu yang paling akhir dibandingkan kabupatan/kota lainnya. Itu demi memastikan perkembangan kasus Corona. “Hasilnya bagus, nggak ada temuan penularan,” ujarnya.
Ditegaskan Etik, kebijakan PTM menyangkut nyawa para pelajar, sehingga, dalam memutuskan harus lebih berhati-hati. “Kami sudah koordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan. Kami siapkan dulu sarana prasarana, tempat, guru, dan sebagainya,” ungkap dia.
Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo, total kasus korona per Minggu (29/8) sebanyak 815 anak berusia di bawah 15 tahun terpapar Covid-19. Terdiri dari 388 laki-laki dan 427 perempuan. Satu di antaranya meninggal dunia, sedangkan 35 anak masih menjalani perawatan, dan 779 sembuh.
"Tingkat kesembuhan tertinggi pada usia remaja sebesar 96,0 persen. Disusul usia balita 93,9 persen, dan terendah lanjut usia 66,6 persen," terang Kepala Dinkes Sukoharjo Yunia Wahdiyati. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram