Itu diungkapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani didampingi Wakil Bupati Agus Santosa di sela penyerahan bantuan uang tunai senilai Rp 5 juta dan sembako dari program ASN Peduli kepada yatim piatu, Senin (6/9).
"Kami, pemkab, saya dan Pak Agus menjamin anak yatim piatu yang lulus SD bisa melanjutkan ke SMP negeri sesuai pilihan. Begitu juga yang lulus SMP bisa melanjutkan ke SMA negeri sesuai pilihan," tutur bupati.
Belum lama ini, salah seorang yatim piatu di Bendosari dan telah lulus SMA disalurkan bekerja sebagai satpam di Mojolaban. Meski begitu, Etik tidak bisa menjanjikan semuanya bisa disalurkan bekerja, karena tidak setiap hari ada lowongan.
“Ya untungnya pas ada lowongan. Yang jelas, menjadi tanggung jawab kita bersama membantu anak yatim piatu terdampak korona. Kami tidak berjanji semua akan mendapatkan pekerjaan, tapi kami akan berusaha maksimal, kalau ada lowongan, akan kami bantu,” beber Etik.
Ditambahkan bupati, penyerahan bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sembako menyasar 30 anak yatim piatu dari 24 kepala keluarga (KK) di 12 kecamatan.
Rencana jangka panjang, puluhan anak yatim piatu tersebut akan dimasukkan dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), sehingga bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Etik berharap, usulan ke pemerintah pusat terkait DTKS tersebut bisa disetujui, sehingga dapat digunakan mengakses setiap bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram