Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukoharjo Margono mengatakan bahwa latihan ini bukan saja diikuti oleh personel damkar saja, namun juga Tagana, SAR, BPBD dan komunitas-komunitas relawan. Latihan bertujuan untuk membekali personel-personel ini kemampuan untuk mengevakuasi ular.
"Hampir setiap hari ada laporan, kita diminta untuk mengevakuasi ular. Ya bukan ular saja, tapi juga tawon, burung hantu, biawak dan monyet. Tapi latihan kali ini kita fokus untuk ular," ungkap Margono.
Pelatihan yang dipusatkan di Markas Pemadam Kebakaran, Rabu (15/9) ini diharapkan mampu menambah keahlian personel damkar dan relawan dalam menangani ular. Selain itu, semakin banyak personel yang dilatih, semakin mempercepat proses evakuasi terhadap ular.
"Misalnya yang rumahnya Bendosari, ada laporan adanya ular yang masuk rumah di Bendosari, nah itu nanti yang terdekat bisa datang lebih dulu," beber Margono.
Margono menyebut, pelatihan meliputi pemberian materi pengenalan jenis-jenis ular dan cara pertolongan gigitan ular. Dalam kesempatan ini, lanjut Margono, pihaknya menggandeng Exalos Indonesia.
Dalam pelatihan itu, Janu Wahyu Widodo dihadapan para peserta membeberkan bahwa ada 77 jenis ular berbisa tinggi di Indonesia. Tapi, hanya ada 1 jenis anti bisa yang hanya untuk 3 jenis ular.
Apabila tergigit ular berbisa, lanjut Janu, maka cara pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pembidaian seperti halnya orang patah tulang. Sebab, bisa ular menyebar tidak melalui darah, tetapi lewat kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ini mengalir atau mungkin menyebar dikarenakan kontraksi otot.
"Kita Exalos kalau digigit ya dibawa ke rumah sakit," katanya.
Janu kemudian mengajarkan cara mengevakuasi ular berukuran besar seperti phyton. Memang, phyton tidak berbisa, namun membelit, kalau menggigit tetap sakit. Untuk mengevakuasinya harus 2 orang. Orang pertama melakukan provokasi layaknya matador dengan karung goni, selimut atau sarung. Lalu orang kedua memegangi ekor. Saat ular mulai menyerang dan menggigit media untuk provokasi, kepala ular langsung di tutup dengan media itu.
"Kalau untuk ular berbisa, sangat disarankan menggunakan alat, gagang sapu atau kayu," katanya. (kwl/dam) Editor : Damianus Bram