Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, penularan Covid-19 masih terjadi di Kota Makmur. Terbukti masih ada temuan-temuan baru setiap harinya, meski angka temuannya semakin rendah.
"Sampai Jumat (30/9) ini belum ada kecamatan yang zero Covid-19. Kemarin masih ada 14 tambahan kasus baru,” kata Yunia, Jumat (30/9).
Yunia menyebut, saat ini kronologis penularan Covid-19 lebih sulit ditelusuri. Sebab, kebanyakan orang tanpa gejala (OTG) dan mereka sebelumnya mobile atau bepergian, melakukan aktivitas di luar rumah.
"Saat dilakukan tracing di lingkungan rumah, tidak didapatkan kasus turunan. Bisa jadi, kasus positif ini dapat dari tempat publik, tempat kerja atau bisa juga didapat dalam perjalanan," katanya.
Menurut Yunia, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini kebanyakan orang dengan mobilitas tinggi. Masih kasus harian sudah turun, masyarakat diimbau tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam upaya mencegah penularan virus. Prokes dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas menjadi cara efektif untuk mengantisipasi penyebaran virus.
Di bagian lain, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Pemkab terus melakukan percepatan vaksinasi selama tiga hari, Kamis (30/9) – Sabtu (2/10) untuk mengejar target vaksinasi 70 persen. Jika target tersebut sudah terpenuhi, Kabupaten Sukoharjo bisa turun dari level 3 ke level 1. Setelah percepatan vaksinasi selama tiga hari selesai, Etik menjamin vaksinasi Corona terus berlanjut.
“Jadi vaksinasi tidak berhenti setelah tiga hari ke depan karena tiga hari ini khusus percepatan untuk mengejar target 70 persen. Setelah itu vaksinasi terus berjalan setiap harinya,” tegas Etik usai memantau vaksinasi Covid-19 di GOR Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis (30/9). (kwl/bun/dam) Editor : Damianus Bram